Ketika rindu itu memuncak
Ada hasrat untuk dapat bersua
Namun ruang dan waktu seolah enggan menyerah...
Terus mengintimidasi atas nama perbedaan.
Antara kerinduan dan hasrat untuk memeluk...
Hadir sehelai keraguan..
Dapatkan kerinduan ini terobati ketika ruang dan waktu masih tetap kokoh dalam keangkuhan mereka?
Mencoba meraba di dalam khayalan, berusaha mengobati rindu dalam impian.
Rabu, 26 November 2014
Kerinduan ini
Minggu, 16 November 2014
Berikan aku satu alasan saja
Gelombang-gelombang yang berkeliaran di sekelilingku... Dapatkah kalian mengerti bahwa aku butuh sebuah alasan untuk tetap berada di sini, di sudut ruang hati, yang sempit, yang tak mengijinkanku menatap keindahan pelangi, bahkan untuk merasakan hangatnys mentaripun tak dapat.
Aku ingin bergerak bebas seperti kalian, menari kian kemari tanpa hambatan namun kalian sungguh tahu tujuan kalian.
Berikan aku satu saja alasan untuk dapat duduk manis dan menikmati keteraturan tanpa makna bagiku ini, setidaknya aku tau bahwa aku memang perlu berada dsni, bukan karena "harus"
Kamis, 16 Oktober 2014
Hawa yang tersakiti
Seorang hawa tersakiti
Bukan karena sakit melahirkan
Bukan pula karena tersayat pisau,
Tapi karena disakiti orang yang paling dicintainya.
Cintanya ternodai kekerasan.
Ketulusannya terciderai ketidakpercayaan.
Ditekan...
Dilecehkan...
Dinomor duakan...
Dikasari bahkan dilukai.
Cintanya berubah menjadi rasa sakit,
Tapi tetap setia dalam sebuah janji suci.
Haruskan ia berhenti mencintai?
Tapi ini cinta!
Haruskan ia melarikan diri?
Tapi ini rumah tangganya!
Tetap mencintai di dalam rasa sakit.
Tetap tersenyum di dalam tekanan.
Seorang penolong yang butuh pertolongan,
Seorang hawa yang menjadi dingin
Karena cinta yang ternodai.
16 Oktober 2014
@SSP SoE- pelatihan konseling
Rabu, 15 Oktober 2014
Aku Perempuan
Aku perempuan...
Seorang yang dianggap lemah,
Tapi tak seperti itu.
Aku perempuan...
Seorang yang dulu dianggap nomor dua,
Tapi juga tak seperti itu.
Aku seorang perempuan...
Sang pemilik rahim yang kudus.
Rahim yang dianugerahkan sang pencipta.
Rahim yang akan mengandung sebuah anugerah.
Rahim yang akan menjadi awal sebuah kehidupan.
Aku perempuan...
Yang berjuang antara hidup dan mati
Demi sebuah kehidupan baru.
Aku perempuan yang akan selalu tersenyum karena sebuah kehidupan.
SoE, 15 Okt 2014
*Selamat buat kelahirannya kaka nona. Sayang kamu.*
Kamis, 02 Oktober 2014
Kisah kami dan dua orang yang sangat kami cintai
Rasa Itu
kadang-kadang rasa itu adalah lantunan lagu yang menggetarkan jiwa,
kadang-kadang rasa itu sederetan kata membentuk puisi,
tapi...
kadang-kadang rasa itu hanya diam, tak bersuara namun dapat dipahami oleh dua hati yang saling merasa.
SoE-Sumba, 03102014
CINTA
MALAIKATKU
Rabu, 01 Oktober 2014
CILIK (Cinta lama Infeksi Kembali)
Senin, 25 Agustus 2014
DIA
RIWAYAT KITA
HARAPAN SEORANG ANAK NEGERI
cinta itu...
cinta itu sebuah misteri,
cinta tak pernah diundang,
datangnya cinta tanpa sebuah rencana,
tapi cinta tak pernah salah memilih.
cinta juga tak pernah gagal,
cinta selalu mampu saling mempertahankan dalam keadaan apapun.
cinta selalu menjadi kekuatan dan anugerah bagi dua hati yang saling mencintai.
cinta adalah anugerah
anugerah adalah sesuatu yang harus dijaga.
cinta itu persahabatan,
persahabatan sejati adalah persahabatan yang tak dapat dinilai dengan uang,
dan digantikan oleh apapun di dunia ini.
dan...
itulah cinta...
cinta hadir karena kebersamaan,
cinta hadir bukan karena ketiadaan,
karena cinta selalu ada.
cinta adalah perjuangan,
memperjuangkan sebuah hati yang dicintai.
cinta adalah cinta,
kemanapun cinta pergi,
cinta akan tetap kembali ke hati
karena cinta adalah anuerah dalam keabadian.
SoE, 09 Agustus 2014
(dibacakan saat Ne' dan Anri melangkahkan kaki menuju altar untuk diberkati sebagai sepasang suami istri.)
Rabu, 06 Agustus 2014
Hasrat hati
Minggu, 03 Agustus 2014
Takdir yang mendewasakan
Aku benci kepada takdir yang membiarkan kisah ini dimulai
Namun aku mencintai kisah ini karena kisah ini telah menelan kekanakanku hingga menyisakan sebuah kedewasaan yang tak pernah kubayangkan sebelumnya.
Kamis, 31 Juli 2014
Opa Filemon dan Oma Helena
Sudah kira-kira satu tahun ini saya mempunyai satu kebiasan yang selalu saya tunggu-tunggu setiap minggu setelah kebaktian 1 di gereja kami.
Kebiasaan itu adalah kebiasaan yang biasa-biasa saja dan tidak wahhhh... kebiasaan itu adalah menunggu 2 orang, sepasang suami istri yang sudah tua untuk memberikan mereka 2 lembar liturgi kebaktian karena mata mereka sudah tak secerah matahari karena termakan usia mereka yang semakin senja.
Kebiasaan ini adalah kebiasaan yang selalu saya tunggu-tunggu. Menjadi sebuah kebahagiaan tersendiri ketika melihat dua orang tua ini berjalan perlahan menuju bangku terdepan di bagian kiri, tempat favorit mereka.
Ada beberapa kali ketika saya tidak melihat mereka mengikuti kebaktian di gereja kami, dan pada minggu sesudahnya ketika melihat mereka selalu saya tanyakan "oma deng opa minggu lalu gereja di mana?" Dengan senyum yang manis oma akan menjawab "oma dong gereja di Efata".
Ada juga beberap kali saat saya tidak mengikuti kebaktian di gereja kami, pada minggu berikutnya saat bertemu mereka, oma akan bertanya "nona minggu lalu di mana? Oma sonde lia"
Saya sangat bersyukur dengan kebiasaan ini.
Pada hari ini saya juga sangat bersyukur karena diundang untuk menghadiri syukuran HUT pernikahan mereka yang ke 50 tahun. Saya tak dapat menahan air mata saya ketika melihat dua orang tua ini berjalan perlahan menuruni tangga rumah mereka, bergandengan tangan dan dituntun oleh anak cucu mereka serta iringan tarian cucu mereka menuju pelaminan yang disediakan.
Tak sampai di situ, setelah ibadah syukur kedua orang tua ini yang telah berusia 75 dan 70 tahun ini menyuapi anak- mereka kue ulang tahun yang telah disiapkan. Setelah menyuapi anak-anak mereka, kedua orang tua ini saling menyuapi sepotong kue dan diakhiri dengan saling memberikan pelukan hangat.
Anak-anak mereka pun ternyata telah menyiapkan hadiah dua buag arloji yang indah dan terlihat mewah untuk kedua orang tua ini.
Saya sungguh terharu dengan semua ini, bukan cuma saya tapi semua undangan terlihat mencucurkan air mata haru mereka.
Saya hampir melupakan satu moment yang juga luar biasa, kedua orang tua ini yang sudah pernah memimpin polanes di 500an pernikahan ini ternyata masih ingin polanes di ulang tahun pernikahan mereka yang ke 50 ini. Polanes yang diiringi tepuk tangan semua undangan.
Hari ini saya mengalami suatu kejadian yang sungguh luar biasa dari dua orang yang selalu saya tunggu di setiap hari minggu setelah kebaktian 1.
Soe, 31 Juli 2014
Senin, 28 Juli 2014
Sepucuk surat buat Sahabat
Sahabat,
Aku ingin bercerita,
Aku ingin kamu tahu sebuah kisah yang kurahasiakan.
Ini bukan tentang seseorang,
Ini tentang sebuah rasa,
Rasa yang membuat mataku berbinar dan senyumku bermekaran.
Aku ingin kamu tahu,
Karena aku tahu hanya kamu yang ingin tahu dan dapat memahaminya.
Sahabat,
Rasa ini rasa yang indah namun terlarang.
Haruskan aku mempertahankannya?
Atau kubiarkan saja tetap ada di sana? Di sudut hati dan tetap menjadi rahasia kita?
Aku tak ingin menamai rasa ini,
Biarkan saja dia disebut tanpa nama,
Biar dia tetap disebut "antara ada dan tiada".
Tapi satu yang pasti aku mencintai rasa ini.
280714, Kota Kita
Kamis, 17 Juli 2014
Aku, Mereka dan Dia
Aku mencintai laut,
Karena sejauh apapun ombak berkejaran akan selalu kembali ke pantai.
Aku mencintai laut,
Karena di sana aku dapat melihat pertemuan antara langit dan laut yang membentuk garis tanpa pembatas.
Aku juga mencintai bintang,
Karena sekelam apapun malam dia selalu setia berada di sana.
Aku mencintai bintang,
Karena meskipun kecil
tapi selalu memberi warna pada pekatnya malam.
Aku...
Aku ingin berada di sana,
Di pantai,
Mendengarkan ombak bercerita tentang kesetiaan,
Sambil menatap bintang melakonkan kisah tentang masa depan,
Bersama 'dia' yang aku cinta dan mencintaiku.
Rabu, 02 Juli 2014
Mari telusuri dan kisahkan kembali
Meneliti jejak kenangan,
Menelusuri setiap tuturan sejarah.
Mendengar,
Menuliskan kembali setiap kisah yang sempat terlewatkan.
Ini bukan tentang mereka,
Ini tentang kita.
Kita yang mereka sebut 'orang Dawan'
Tapi kita lebih mencintai sebutan 'atoni pah meto'.
Ini kisah kita,
Kisah yang harus kita jaga untuk generasi kita.
Soe, 2 Juli 2014
Minggu, 29 Juni 2014
Kepingan hati ini
Kepingan hati yang seolah enggan untuk dihampiri
seolah mengunci diri dalam jeruji ego
Kini terbuka,
Kini tak terhalangi.
Semua kenangan terpampang laksana sebuah layar lebar
Yang mengkisahkan cerita dua insan.
Membiarkan kenangan itu kembali menari,
Mengungkap lagi sebuah kisah terpendam.
Dulu pernah ada janji
Tentang sebuah asa
Yang kini diingkari
Dulu pernah ada penantian
Yang kini harus diakhiri.
Semua kenangan dibiarkan terpampang di situ,
Di sudut hati yang telah lelah mencinta,
Kemudian dibiarkan lenyap bersama hembusan angin di kota ini.
Sabtu, 28 Juni 2014
Dingin ini
Dingin ini menusuk hingga kedalaman hati yang kelam
Akhir Juni menjadi saksi perpisahan hati.
Semua menjadi dingin, bergetar
Meninggalkan gertakan kecil di dalam rongga mulut,
Gertakan menahan dingin
Sekaligus sakit yang mendalam.
Soe, akhir Juni 2014
Rabu, 04 Juni 2014
Cinta vs Harga diri
Apakah harga diri harus mengalahkan cinta?
Cinta yang diperjuangkan menjadi samar karena sesuatu yang disebut harga diri.
Sejahat itukah harga diri itu sehingga berani mengorbankan cinta?
Atau sesederhana itukah cinta hingga tak sanggup bersaing dengan harga diri?
Minggu, 01 Juni 2014
Rindu
Membiarkan rindu itu menggantung...
Mengikuti irama alam di sekelilingnya.
Rindu yang menyesakkan dada
Namun memberi getar cinta yang kuat.
Aku mencintai saat-saat rindu itu hadir
Karena di sana aku berusaha menemukanmu dalam kenangan.
Jumat, 30 Mei 2014
Taman hati
Bunga kembali bermekaran di taman hati,
Kembali memberi warna dalam kesenduan.
Membiarkan aromanya menjelajahi indra penciuman,
Menghirup asa yang baru dalam taman hati yang pernah gersang.
Selasa, 20 Mei 2014
Dulu dan sekarang
Ketika itu aku masih sangat kecil dan sungguh tak tahu apa-apa selain belajar dan bermain. Saat itu yang aku tahu semua di dunia ini sangat baik-baik saja tanpa sebuah atau bahkan beribu masalah. Aku merasa hidup ini adil karena dibesarkan dalam keluarga yang selalu bersikap adil terhadap kami anak-anak.
Ketika aku mulai beranjak dewasa dan berani menatap keluar zona nyamanku,
Aku mulai sedikit terganggu.
Tempat di mana seharusnya ada keadilan ternyata ketidakadilanlah yang berlaku walau dikemas menjadi begitu sederhana sehingga hampir tak terlihat.
Tempat di mana seharusnya ada kasih yang tulus...
Ternyata di sana ketidakpedulian dengan bebas terbahak dengan alasan "ini sudah seharusnya! Kita butuh yang profesional! Semua sudah terlanjur!"
Kalau di sana saja seperti itu, bagaimana dengan tempat yang lain? Apakah hukum rimba harus berlaku di dunia yang semakin modern ini?
Kamis, 08 Mei 2014
Kisah Klasik
Terpaku menatap malam
Menertawakan kegelapan yang berusaha menyembunyikan kerlipan bintang.
Lidah menjadi kelu
Terdiam kaku tak berucap.
Jemari kembali menari
Menuliskan untaian kata
Mengalirkan aliran kalimat menuruni otak melabuhkan diri pada papirus membentuk sebuah manuscrip tentang sebuah kisah klasik.
Kisah tentang hati yang bercerita pada otak,
Kisah tentang logika yang berusaha memahami hati.
Minggu, 04 Mei 2014
Ekses
Berusaha tetap tegar di atas kaki yang mulai goyah
Berusaha tetap menjalani semua walau tanpa cinta.
Bukan karena ingin
Tapi karena harus.
Di sini...
Sebenarnya cinta itu terpancar
Bukan malah kebencian yang terus menertawai.
Di sini...
Harus ada tawa dalam kasih
Bukan senyum dalam kemunafikan.
Ketika ketidaknyamanan menguasai,
Ketika keinginan untuk mengakhiri memenuhi hati.
Ini bukan inginku...
Ini hanya hasil dari keadaan.
Keadaan yang tak diharapkan tapi terjadi
Jumat, 02 Mei 2014
Rindu
Merindukanmu bagai malam merindukan pagi.
Terus memohon pada bintang agar cepat memudar dan membiarkan kehangatan matahari kembali merangkul.
Kenangan sungguh tak sanggup menenangkan,
doapun seakan tak cukup memberi jawaban.
Hanya pertemuan kembali yang mampu memberi keteduhan hati
Jumat, 25 April 2014
Cintaku
Menelusuri jejak kenangan
Bertanya pada dewa cinta
Adakah yang salah dengan cintaku?
Cinta yang hadir tanpa banyak kata,
Cinta yang menari indah meski terkadang kelam.
Cinta yang tak butuh alasan,
Hanya keyakinan akan sebuah anugerah.
Kamis, 24 April 2014
Bintang jatuh
Hai kamu bintang jatuh
Bisakah kau kabulkan permintaanku?
Aku tak butuh uang
Aku tak butuh kekayaan
Aku hanya butuh cinta.
Cinta yang mendewasakan,
Cinta yang memberiku kekuatan untuk menjangkau dunia
Cinta yang tak bersembunyi di balik tembok keegoisan.
Bintang jatuh,
Bisa jugakah aku meminta
agar kau jaga sepotong hati di sana
Di sisi lain bumi ini.
Bisakah kau sampaikan padanya
Betapa kerinduan ini menyiksaku
Seperti sayatan pisau
Tapi mendebarkan memberi bias bahagia.
Bintang jatuh....
Bisakah kamu?
Cinta itu
Ada banyak kisah cinta yang tak dapat dipahami dengan logika. Kadang ada yang bertanya "mengapa laki-laki sehebat dia mamacari seorang perempuan biasa-biasa seperti itu?" Atau ada juga yang berkata "dia seorang perempuan yang pintar dan luar biasa mengapa mau menikahi seorang laki-laki yang biasa-biasa seperti itu?"
Itulah cinta. Selalu memilih orang yang tepat tanpa melihat kekurangan dan kelebihan karena hati itu dipilih bukan memilih.
Hanya orang-orang yang memahami cinta yang dapat mendeskripsikan cinta dengan tepat jika tidak cinta akan selalu disamakan dengan semua yang fana, padahal cinta itu abadi.
Cinta tidak pernah memilih di mana letaknya ia berlabuh, tapi cinta selalu berlabuh di tempat yang benar.
Cinta hanya perlu apresiasikan dan dipercayai kekuatannya.
Selasa, 22 April 2014
Dia
Berdoa di dalam diam
Menyebut sebuah nama tanpa sebuah rasa
Ini bukan tentang rasa
Tapi tentang asa
Ini hanya sebuah harapan akan sebuah perubahan untuk seorang pengelana dalam kesimpangsiurannya.
Ini juga hanya tentang kepedulian seorang lain
Yang memutuskan untuk menjadi bagian dari pengelana
Bersama menelusuri ketidakpastian
Dengan harapan menemukan tempat yang tepat.
Ini tentang seorang lain
Bukan ibu ataupun ayahnya
Yang merasa bertanghungjawab atas hidup sang pengelana.
Ini tentang seorang yang bukan saudara
Tapi ingin memahami dan mengasihinya.
Bertahan dalam merangkap figur
Hajya untuk sebuah pencapaian akan jati diri
Berusaha memahami
Hanya untuk menolong.
Berusaha tanpa mengenal lelah
Hanya untuk menghapus luka batinnya.
Tapi siapakah dia?
Dia hanya manusia biasa...
Dia bukan keluarganya...
Dia bukan orang yang melahirkannya...
Dia hanya seorang lain yang peduli.
Dia bukan malaikat tapi dia hanya ingin menolong sang pengelana.
Sang pencinta
Dalam hingar bingar dunia
Terselib sepotong hati yang sendiri
Tetap tertawa...
Tetap tersenyum...
Tetap bingar bersama dunianya
Namun juga tetap sendu dalam hatinya
Dia,
Seorang pencinta yang memilih tetap mencinta di dalam diam
Di dalam daerah abu-abu.
Dia,
Seorang pencinta yang akan terus mencinta dalam apa adanya dia
Minggu, 20 April 2014
Salah siapakah ini?
Bagi sebagian orang hidup yang baik itu adalah kehidupan jasmani yang tercukupi hingga melupakan kehidupan rohani. "Yang penting dia bisa makan" tanpa ingin tahu dari mana makanan itu berasal. "Yang penting dia bisa tidur" tanpa memikirkan dosa apa yang dilakukan saat tidur.
Menganggap remeh apa yang disebut "dosa" hanya karena ingin hidup baik. Menganggap biasa "dosa" itu hanya karena ingin dipuaskan nafsu sesaat.
Awalnya mungkin hanya karena merasa "butuh perhatian" atau mungkin hanya sebatas "pelarian" dari keadaan sekeliling. Tapi apakah itu sebuah alasan yang tepat?
Jika memang itu karena "butuh perhatian" masih ada sahabat-sahabat di sana yang akan memberi sebuah perhatian yang baik dan tulus.
Jika memang itu juga karena "pelarian" ada banyak hal lain yang baik yang dapat dijadikan pelarian.
Dan untuk sebagian orang yang merasa diri lebih baik menganggap takkan pernah ada sebuah masa depan yang baik bagi seorang "pendosa" dia akan tetap dalam kungkungan dosanya. Atau mungkin ada juga yang tak peduli akan dosanya karena merasa najis membicarakannya.
Kapan akan ada perubahan yang berarti ketika yang satu merasa sudah tak pantas untuk berubah dan yanga lain merasa jijik untuk mengasihinya?
Sabtu, 19 April 2014
Aku
Aku tak butuh bingar,
Aku butuh keheningan.
Aku tak ingin berpikir,
Aku hanya ingin berefleksi.
Aku tak mau sendiri,
Tapi aku mau kesunyian.
Rabu, 16 April 2014
Jika
Jika rindu itu hadir
Jangan kau ingkari jalannya
Biarkan saja ia mengalir seperti terjunan air,
Biarkan dia menemukan sendiri tempatnya berlabuh.
Bukti kasih Allah
Matahari bersembunyi di balik awan.
Seakan turut berduka melihat tetesan darah dari serangkaian duri membentuk mahkota.
Duka nestapa menyelubungi bumi
Sunyi...
Berduka...
Terdiam mendengar hembusan nafas terakhir sang penebus.
Tangis memecah sukma
Bersama gelapnya alam tanda duka.
Eli... Eli lama sabah tani...
Allahku... Allahku mengapa Engkau meninggalkan aku?
Kesendirian...
Keterpisahan dengan Allah...
Lukanya menyatukan
Darahnya mempererat...
Hembusan nafas terakhirnya membuka awal baru.
Kasihnya mengampuni...
Merangkak menuju salibMu...
Membiarkan keberdosaan ini disucikan darah kudusMu...
Menyentuh kaki salibMu
Membebaskan kalbu yg suram.
Minggu, 13 April 2014
Bercerita dengan Tuhan
Pagi ini aku bercerita dengan Tuhan. Sepertinya sudah sangat lama tak pernah seperti ini. Aku terlalu sibuk dengan kehidupanku, terlalu sibuk dengan apa yang aku sendiri tak mengerti apa itu tapi terus aku jalani karena itu yang harus kujalani.
Pagi ini aku berkata pada Tuhan
"Tuhan... aku merasa begitu jauh dariMu"
Tuhan menjawab aku
"Aku tidak pernah kemana-mana, Aku di sini setia manatapmu dan menunggu kapan kamu mau menatapKu juga"
Aku kembali berkata
"Aku menatapMu Bapa"
Tuhan menjawab
"Tatapanmu kosong... tak bermakna"
Aku tertegun
Tuhan kembali berkata
"Doa-doamu pun terdengar biasa... kamu seolah tak berdaya. Aku menunggu kapan kamu akan bercerita tapi kamu terlihat begitu sibuk"
Aku mulai menangis. Aku sadar sudah sangat lama keadaan ini berlangsung. Aku benar-benar merasa sendiri, merasa tersesat tapi tak memutuskan untuk bercerita pada Tuhan, aku lebih memilih menggunakan kemampuanku saja.
Akhirnya hari ini, aku kembali bercerita dengan Tuhan...
Sabtu, 12 April 2014
Kerinduan ini
Seperti seorang misafir yang tersesat
Terus melangkahkan kaki tanpa arah
Berharap penuh pada kekuatan alam
Untuk menemukan jalan
Seperti seorang pendosa
Yang menangis memohon ampunan sang Pencipta
Terus menangis
Mengharapkan kelegaan
Seperti di padang gurun
Kering...
Gersang...
Sendiri...
Terus melangkah mencari pelepas dahaga.
Seperti seorang anak
Merindukan pelukan hangat
Memberi arti cinta dengan cara sederhana.
Seperti....
Seperti...
Dan seperti...
Seperti itu kerinduan ini.
Jumat, 11 April 2014
Hujan... Menangislah untukku
Hujan...
Menangislah untukku
biar dunia tahu seberapa besar dan lama luka ini menganga.
Biar dunia tahu seberapa sendu hati ini menangis tanpa air mata.
Hujan...
Menangislah untukku
Agar tetesan airmu mampu menghapus duka ini.
Agar senyum ini dapat kembali bersinar di balik pelangi kerinduan.
Angin malam
Angin malam....
Dingin....
Menusuk...
Menggetarkan...
Tapi aku cinta angin malam...
Di sini...
Di tengah terpaan angin malam ini
Aku...
Dapat sendiri
Dan...
Berduaan dengan kerinduan ini
Sabtu, 05 April 2014
Beranikah kita?
Seminggu yang lalu saya dan keluarga piknik ke pantai Oetune salah satu pantai di selatan TTS. Setiba di sana saya langsung berfoto ria, membaca puisi dan juga bersepak bola bersama anak-anak penduduk asli.
Di tengah kesibukan saya bermain bola sudut mata saya menangkap bayangan sesosok tubuh yang menurut saya sedikit aneh jika berada di pantai. Sosok itu menggunakan sepatu bot, jaket tebal, syal, dan sebuah topi ninja. Secara spontan saya melihat jari-jarinya apakah dia juga menggunakan sarung tangan?
Saya sempat berpikir apakah dia sakit? Tapi dari caranya berjalan dan tertawa, dari raut wajah dan gerak geriknya dia terlihat sangat baik-baik saja. Maka saya pun berkesimpulan bahwa dia tidak siap menerima resiko terkena sengatan matahari di pantai ini.
Kadang-kadang itu juga yang kita alamai dalam hidup. Kadang kiya tidak siap menerima resiko-resiko dari apa yang harus kita jalani akhirnya kita menjalani semuanya dengan perlindungan diri yang berlebihan dan bahkan menutup diri kita dari keadaan yang ada walaupun kita berada di dalamnya.
Akhirnya kita menjadi terlihat berbeda.
-jika berani ke pantai maka harus berani terbakar mata hari. Jika berani bermain air maka harus berani basah.
Senin, 31 Maret 2014
Bintang
Di bawah langit malam ini
Ada rindu yang tak tertahankan
Rindu yang menyesakkan dada namun memberi getar cinta
Menelusuri jejeran bintang mencari seraut wajah dalam rasi bintang yang bertebaran.
Berharap ada penawar rindu di balik kerlipan bintang.
Minggu, 30 Maret 2014
Puisi untukmu
Ku puisikan dirimu di tepi pantai ini
Berharap deru ombak sejenak membisu agar angin dapat mengantarkan puisi ini padamu.
Ingin juga ku katakan pada awan agar bersedia menjadi kertas di mana puisi ini dapat kutuliskan...
Berharap dapat terbaca olehmu di sana di sisi lain bumi ini.
Oetune, 30 Maret 2014
Selasa, 18 Maret 2014
Peperangan dalam sunyinya kabut
Seperti kabut yang membatasi pandangan mata,
semua terlihat samar.
Hujan seakan mengerti dan terus menangis
untuk sebuah alasan tak terucapkan.
Ini bukan tentang emosi atau juga logika
tapi tentang ruang di antara emosi dan logika.
Perang dingin antara hati dan otak
pertempuran sunyi dalam sesosok tubuh...
Pencarian kita
Menelusuri hati dan bertanya pada jiwa...
Berusaha mengoyak zona aman ini
dan mencari sesuatu yang terasa hilang.
Menerobos sukma menggapai logika dengan berjuta pertanyaan.
Sebuah kombinasi yang sempurna bagi jiwa yang melanglang buana.
Pencampuran asa yang menyatu menciptakan bias-bias cahaya kerinduan.
Rabu, 29 Januari 2014
Dia, ayah beranak banyak
Sabtu, 11 Januari 2014
Hasil Karya luar biasa milik anak Mollo Utara #Kanukuleon
Akhirnya di tengah kesibukan saya, saya dapat menyelesaikan sebuah bacaan luar biasa #kanukuleon yg seharusnya sudah saya selesaikan beberapa minggu yg lalu. Sebenarnya saya dapat membaca buku ini di sela-sela kesibukan saya, tapi saya merasa tidaklah pantas buku tersebut saya baca dengan terburu-buru. Akhirnya setelah membaca 3 cerpen pertama saya putuskan untuk berhenti sejenak dan akan melanjutkan saat semua kesibukan saya berakhir.
Pada awalnya saya merasa melihat seorang berbeda yang berasal dari tempat lain. Cerpen "Sakura dan Fujikawaguchiko" dikisahkan dengan latar belakang Jepang yang dikisahkan dengan begitu baik membuat saya merasa seperti benar-benar berada di sana... Cerpen "Menghapus Ilona" dengan latar belakang Jogja juga dikisahkan dengan detail-detail yang memberi kesan nyata. Saya benar-benar larut dalam kedua cerpen tesebut walau masih merasa asing.
Namun, semakin menelusuri bacaan ini saya semakin menemukan figur seorang anak asli TTS... anak yang lahir dan bertumbuh di kecamatan Mollo Utara. Cerpen-cerpen luar biasa yang benar-benar menunjukkan kekhasan budaya TTS, cerpen-cerpen yang indah dan unik.
Hanya satu kalimat yang mampu saya katakan"#Kanukuleon adalah karya anak bangsa... karya anak TTS yang sungguh luar biasa"