waktu itu saya baru berusia 5 tahun, tapi saya masih bisa mengingat sebuah peristiwa yang luar biasa. saat itu seingat saya rumah saya dipenuhi banyak orang yang adalah keluarga dekat kami. Sebagai anak kecil saya tidak begitu paham apa yang sedang terjadi, tapi dari apa yang saya dengar dari pembicaraan para orang dewasa itu, mama Bo'i akan segera melahirkan. Saya dan keempat saudara perempuan saya (saat itu kami bersaudara 5 orang dan semuanya adalah perempuan) begitu bersemangat karena akan mendapat seorang adik lagi. Setiap ada seseorang yang datang dengan bersemangat kami akan mengatakan "kami su mau dapat adi mea" hahahahaha... ungkapan lugu seorang anak kecil.
Tapi, semangat kami mulai digantikan dengan rasa kantuk karena sampai dengan pukul 23. 00 wita (jam 11 malam) mama bo'i belum juga melahirkan. Adi mea yang kami tunggu-tunggu belum juga lahir. Dalam semangat yang masih menggebu-gebu akhirnya kami pun tertidur di sofa ruang tamu yang dekat dengan kamar tempat mama bo'i dan semua orang dewasa itu ada. (Kami anak-anak tidak diijinkan masuk).
Keesokan harinya tidak seperti biasanya kami bangun sepagi itu, selain karena di rumah memang masih ramai (dengan semua orang yang ternyata tidak tidur semalaman untuk menjaga mama bo'i yang ternyata belum juga melahirkan) dan juga karena berharap cepat melihat adi mea kami (yang ternyata belum lahir).
Tak lama setelah kami bangun, tepatnya pukul 7 pagi, tanggal 21 April 1992, adi mea kami lahir. Hari itu adalah hari Kartini tapi adi mea kami bukan seorang "kartini" seperti kami, adi mea kami ternyata seorang laki-laki.
Secara alami aura kebahagiaan mulai terpancar dengan bebasnya dalam rumah kami. Ketegangan sepanjang malam telah sirna. Adi mea kami, kami beri nama STEVEN TUAN IMANUEL LEO dan disapa TUAN.
Sedikit lucu jika mengingat nama sapaan ini. Waktu itu adik saya Yaya baru berusia 3 tahun dan Dede baru berusia 2 tahun, mereka belum begitu lancar berbicara, tapi karena saking senangnya dengan adi mea kami, maka Yaya dengan penuh semangat memanggil "ade tuhan" sedangkan Dede mamanggil "ade tang". Hahahahha... (sampai saat ini saya masih belum bisa menemukan kaitan antara kata tuan dan tang.)
Itulah kisah 23 tahun yang lalu. Adi mea kami, ade Tuan, ade tuhan atau ade tang kami telah menjadi seorang laki-laki dewasa yang sebentar lagi akan menjadi seorang Analis kesehatan. Dia memang sudah dewasa tapi dia tetap dan akan tetap menjadi "ade tuan, ade tuhan dan ade tang" kami yang selalu kami nantikan dan cintai.
Selamat ulang tahun sayang... selalu mencintaimu adiku sayang...
Senin, 20 April 2015
Special for my little brother
Langganan:
Postingan (Atom)