Menengadah ke langit,
Mempercayakan diri pada matahari
dengan asa hari akan selalu terang.
Lampu pijar hadir memberikan terang
meski tak menjanjikan kehangatan.
Terang... menarik hati
meluputkan kesadaran akan esensi kehidupan.
Itu hanya pembiasan cahaya dalam seember air,
bagai laron mati tertipu terang yang semu,
mempercayakan diri pada sosok pengikrar janji kesempurnaan,
kesempurnaan yang semu.
Menangis di dalam air
Berusaha terbang meski sayap ini telah benar-benar lelah dikepakkan
Tanpa pernah menyentuh udara.
Tangisan kembali membentuk danau
yang semakin menenggelamkan.
Lebih baik menggali di dalam tanah,
dapat kembali terbang meski tak jauh.
Jangan berikan aku terang yang semu,
berikan saja aku sebuah kail untuk memancing
*sebuah tulisan untuk para PMI*