Jumat, 24 Juli 2015

Bumi dan langitmu

Bumi telah menjadi bosan dengan langitmu
Langit yang nyata di dalam maya dan maya di dalam kenyataan.
Bumi mulai mempertanyakan keberadaan langit. Apa benar langit itu ada di atas bumi?
Seperti seorang anak yang menanti suapan sang bunda,
Bumi terus dengan tenang 'harus' menerima muntahan kisah tentang langit.
Kadang tangis bumi bukan karena kelaparan yang mengganggu
Namun karena telah kenyang dengan kesemuan langitmu

Senin, 20 Juli 2015

Antara malam dan pagi

Antara malam dan pagi
Inilah jeda waktu milikku.
Inilah saat aku benar-benar menjadi diriku sendiri.
Keluar dari sangkar emas,
Meskipun tidak untuk terbang bebas
Namun penjara itu seolah roboh meski hanya kurang dari 8 jam.
Malam,
Kadang aku berharap kamu mampu membunuh pagi
Agar pagi itu tak usah datang lagi
Malam,
Kadang aku ingin kamu bergerak laksana seekor siput agar pagi sedikit terhalang olehmu.
Pagi,
Aku berharap kamu berganti warna menjadi kelam
Agar aku tak perlu kembali ke dalam penjara batin itu.
Namu kalian,
Pagi dan malam.
Kesetiaan kalian mampu mengajarkan padaku untuk lebih tegar meski harus diawali dengan gesekan terali penjara batin itu.
Aku ingin tetap setia seperti kalian
Meski saat ini aku lebih mencintai sedikit jeda waktu yang ada di antara kalian.

Jumat, 10 Juli 2015

Pernikahan seorang pelayan

Sesaat saya merasa tak mampu berpikir. Saya ditempatkan pada posisi yang tak mampu membuat saya sanggup menentukan pilihan. Saya dituntut untuk berada di dua tempat yang berbeda pada waktu yang bersamaan untuk alasan yang berbeda.
Dalam kebingungan itu saya mulai melihat gambaran bagaimana seharusnya keluarga Kristen dan khususnya seorang pelayan. Seorang pelayan adalah seorang yang pada saat yang sama adalah seorang anak, istri atau suami. Dalam fungsi rangkap itu seorang pelayan dituntut untuk harus mampu mengatur waktu sebaik mungkin agar tak ada yang dikorbankan. Tapi pendamping seorang pelayan pun harus mampu memahami bahwa seorang pelayan butuh dukungan bukan hanya dalam kehidupan keluarga tapi juga dalam pengertian yang penuh ketulusan.
Pendamping seorang pelayan juga dituntut untuk mampu melayani dalam posisinya sebagai jemaat biasa dan pasangan seorang pelayan.

Sabtu, 04 Juli 2015

Pagi

Pagi...
Semua yang baru...
Walau terlihat samar dilapisi kabut... ingin menerbangkan kabut dingin ini agar tak menghalangi keindahan pagi.ini... ingin mengusir hawa dingin hasil keteduhan kabut ini...
Tapi... kesadaran itupun hadir... pagi ini menjadi unik karena dilapisi kabut ini... cahaya matahari seolah memahami kerinduan kabut untuk sedikit bermain-main di belahan bumi ini membiarkan semuanya berjalan apa adanya...
Aku mencintai pagi karena pagi selalu memberiku sebuah ada yang baru meski dikelilingi kabut yang samar dan dingin.

Bintang

Menatap bintang..
Terlalu jauh untuk digapai...
Namun terlalu indah untuk diacuhkan...
Seolah berada di tempat yg berbeda... menikmati kerlipan beribu bintang, ditemani suara jangkrik.
Hening... Teduh... menenangkan jiwa yg letih.
#puisi_malam