Sebuah perjalanan yang panjang yang harus ku lakukan demi sebuah kebersamaan. Ternyata menjalani sebuah hubungan jarak jauh itu tak gampang, harus ada perjuangan luar biasa untuk merasakan kebersamaan.
Aku seorang virgo, seseorang yang sangat hebat dalam menyembunyikan suasana hati. Itulah sebabnya aku sangat mampu membendung keinginanku untuk memelukmu saat tiba di tempatmu. Aku menjadi seorang yang terlihat biasa saja saat bertemu denganmu, padahal dalam hati ada begitu banyak rindu yang melompat kegirangan.
Malam itu aku memintamu untuk pergi ke dermaga. Bukan karena aku suka tempat itu. Aku lebih menyukai pantai tanpa pembatas apapun yang terlihat membatasi ruang penglihatanku, aku ingin di dermaga karena di sana ada batas antara phobiaku dengan ketinggian dan keberanianku untuk mengatasinya.
Kamu tak pernah tahu mengapa malam itu aku ingin di sana, di dermaga itu. Bahkan sampai saat inipun kamu tak pernah tahu, karena kita tak lama berada di sana, kita di sana hanya dalam diam. Aku dengan kebingunganku memikirkan bagaimana caranya membicarakan semuanya tanpa dianggap bodoh olehmu dan tanpa membuatmu tersinggung, dan kamu dengan duniamu sendiri seolah aku tak ada di sana, kamu asyik dengan handphone mu, dan amarahmu karena menganggapku tak konsentrasi.
Kamu sangat cepat marah dan itu yang membuat saya terlihat tak konsentrasi mungkin juga kebingungan pada saat itu, aku sementra bergumul bagaimana caranya bisa membicarakan semuanya denganmu.
Sampai saat ini kamu tak tahu kalau di dalam saku jaket saya ada 2 buah balon yang sudah saya siapkan lama sekali, saya hanya ingin kita bersama meniup balon-balon itu dan meluapkan semua perasaan tak nyaman dalam hati kita melalui setiap hembusan nafas itu, meniupnya dengan kencang meski merasa ketakutan kalau-kalau balon itu akan pecah dan melukai kita, aku ingin kita meniupnya dengan kencang hingga pecah dan akhirnya kita tahu bahwa ketakutan ternyata tak semenakutkan yang kita bayangkan, apa yang kita takutkan tak mungkin benar-benar menyakiti kita atau mempengaruhi hidup kita. Malah kita akan merasakan kelegaan karena telah melewatinya.
Kamu seorang yang pesimis, aku ingin kamu melakukan itu, tapi ternyata malam itu takdir tak memihak pada kita dan balon-balon itu.
Di sana aku juga ingin memintamu membimbing aku melangkah di atas batas dermaga yang sempit itu, melangkah sejauh mungkin agar aku tahu bahwa kita bisa mengatasi phobiaku, dan aku juga ingin kamu menutup matamu, melangkah saja kemana aku menuntunmu, mungkin hanya melintasi jembatan di samping kita, hanya supaya kamu tahu kalau aku tidak mungkin membimbingmu ke dalam sesuatu yang salah. Aku hanya ingin kamu percaya bahwa apapun yang aku katakan selama ini tak pernah bermaksud menyudutkan atau menyusahkanmu. Aku hanya minta kamu mempercayaiku samap seperti aku mempercayaimu melintasi dermaga itu dan mengatasi phobiaku.
Kamu tak pernah tahu ini semua karena malam itu kita akhiri dengan diam, dengan dingin seperti udara di malam itu.
Malam itu kita masih tetap bersama sebagai seorang Scorpio yang pesimis dan seorang Virgo yang oprimis.