Aku cemburu
Karena aku mencinta
Aku mengakuinya.
Kamu,
Kamu seorang pencemburu
Yang menutup rasamu dengan amarah
Yang meledak-ledak.
Itulah persamaan dan perbedaan kita
Senin, 14 Maret 2016
Cemburu
Labirin Hati
Tersesat dalam labirin hati
Ada rindu, ada sayang, ada amarah, ada asa
Ingin kuruntuhkan tembok-tembok ini agar tak berujung sesat,
Namun aku takut rindu dan sayang ini ikut tertiup angin.
Biarkan saja kebingungan ini terus memaksaku tersesat
Karena cinta akan memberiku petunjuk
Minggu, 13 Maret 2016
Lari 2
Tersesat di dalam geram
Serasa ingin berlari
Namun kaki ini tak kuasa diseret
Tertunduk sendu di ruang sakral ini
Ingin mengadu pada Sang Ilahi.
Mungkin bukan sebuah pengaduan
Lebih mirip sebuah protes
Mengapa? Mengapa? Dan mengapa?
Sunyi...
Meski tak diam.
Hati ini terus bergejolak.
Menelusur setiap kenangan
Berharap ada ruang untuk melepaskan diri.
Namun...
Aku semakin tersesat
Semakin tak bisa berlari.
Lari
Mungkin dia telah benar-benar lelah berlari.
Dia bukan pelari yang unggul
Dan dia bukanlah seorang pelari.
Dia hanya ingin berlari agar dia benar-benar tahu batas kemampuannya.
Larinya bukanlah sebuah pelarian
Larinya adalah keputusan matang.
Tapi sayangnya larinya diartikan sebagai sebuah pelarian.
Kini dia memang ingin berhenti berlari
Bukan karena lelah
Bukan juga karena memang benar apa kata orang
Tapi karena dia tahu
Larinya tak berarti apa-apa lagi selain kelelahan.