Desember...
Mendengar kata itu semua orang pasti tersenyum indah dengan mata yang berbinar-binar.
Desember adalah bula ke-12, bulan terakhir dalam kalender masehi.
Desember sangat special di hati Umat Kristen,
Pada bulan Desember umat Kristen selalu merayakan Natal, merayakan hari lahir Yesus Kristus.
Sama seperti semua orang yang selalu menantikan bulan Desember,
Kami sekeluargapun begitu. Namun di antara binar kebahagiaan mata kami terselib bias kesedihan.
Entah mengapa Desember seperti menyimpan kebencian tersendiri bagi keluarga kami.
Desember seperti tak bisa melihat kami menikmati damai natal tanpa sebuah "rasa sakit".
Entah kapan semua itu bermula, Namun Desember selalu merenggut orang-orang terkasih kami.
Suami dari saudara sepupu saya, om saya, mereka meninggal dunia pada bulan Desember.
Saudara sepupu saya mengalami kecelakaan tragis pada bulan Desember. Saya, saya sendiri pernah berdiri di antara hidup dan mati (dinyatakan geger ringan dan koma selama 3 hari) saat mengalami kecelakaan pada tanggal 27 Desember 2005.
Di tahun berikutnya, pada bulan yang sama, anak saudara saya pun mengalami kecelakaan dan harus dirawat di rumah sakit.
Setahun yang lalu... 9 Desember 2012...
Tangisan duka harus kami alami,
Desember kembali merenggut adik saya setelah mengalami kecelakaan lalu lintas.
Desember 2013...
Kunantikan dirimu... kutantang dirimu...
Kami tidak ingin lagi menghiasi malam Natal kami dengan bias kesedihan.
Dan kamu Desember... kamu hanya sebatas bulan ke-12,
Kamu takkan lagi menangis karena duka.
Takkan lagi.