Dia berjalan ke arah Timur...
Ya... Dia sosok sederhana, sosok yang terlihat biasa namun memiliki kisah hidup yang luar biasa.
Timur...
Awal dari hari...
Timur...
Awal dari sesuatu yang kini menjadi bagian tak terpisahkan dari dirinya.
Timur...
Mungkin tak seindah Barat dengan sunsetnya.
Tidak juga semegah Utara dan Selatan.
Namun di sana, di Timur tersimpan separuh jiwanya, separuh dirinya.
Timur...
Tidak hanya memiliki senyum indah matahari.
Di Timur tersimpan senyum indah milik belahan jiwanya.
Senyum yang dirindukan ketika ia berjalan di Barat, terlelap di Utara dan bernyanyi di Selatan.
Timur...
Di situlah rumahnya...
Di situlah separuh jiwanya menanti dirinya dengan sejuta kerinduan.
(Karya pertama di kelas menulis bersama Forum SoE Peduli, 091113)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar