Malam
itu aku terlalu letih untuk sekedar menonton sinetron favoritku setiap malam.
Tanpa membuang waktu aku langsung merebahkan tubuhku di atas tempat tidur
kesayanganku ketika masuk ke dalam rumah, setelah sejak pagi beraktivitas
dengan sangat padatnya. Perlahan-lahan mata ini mulai tertutup dan aku hampir
masuk ke dunia mimpi, namun seketika aku terjaga karena deringan hapeku yang ternyata lupa ku non- aktifkan. Dengan sedikit memejamkan
mata tanganku mulai meraih hape yang
kuletakkan di atas meja di samping tempat tidur. Kulihat ada 12 angka tertera
di layar hape, nomor yang tak
kukenali.
“Halo…” Jawabku
dengan lemas setelah menekan tomboh answer di layar hapeku.
“ Halo…” Terdengar
suara di seberang sana.
Aku masih tak mampu mengenali suara itu
“Halo…” Suara
itu kembali terdengar mungkin hanya untuk memastikan kalau aku masih terjaga dan tidak kembali ke dalam
mimpiku.
“Iya, halo…
maaf ini sama siapa?” Tanyaku masih dalam keadaan setengah mengantuk.
“coba tebak
ini siapa?” Suara di seberang sana terdengar sedikit menggoda.
“siapa ya?”
tanyaku sambil mulai memutar otakku dan mengingat-ingat siapa pemilik suara
ini.
Pikiranku mulai menjelajahi ruang waktu dan kembali
ke beberapa tahun lalu. Pikiranku mulai meraba-raba berusaha menjangkau
teman-teman masa kuliahku dan ingin meyakinkan bahwa suara ini milik salah satu
di antara mereka. Tapi ternyata tidak, suara ini bukan milik salah seorang
teman kuliahku. Lalu siapa dia?
“Ayo tebak
siapa ini?” Suara itu mulai terdengar tertawa.
Siapa ya? Aku masih saja belum mampu mengenalinya.
“Ini sama
teman SMA dulu… Ayo tebak… “
Ahaaa… teman SMA dulu? Aku tahu!
“Jonathan?”
kataku dengan percaya diri
“Hahahaha…
iya… ini aku! Ternyata masih ingat ya…”
Itulah
awal pertemuan kembali kami setelah perpisahan kami dinyatakan lulus SMA. Waktu
yang sangat lama. 2005 sampai dengan saat ini sudah 2014, Sembilan tahun yang
lalu.
SEPULUH
TAHUN YANG LALU….
Sore
itu kami pulang sekolah sedikit lebih awal karena peraturan di sekolah kami,
setiap hari Sabtu kami yang masuk siang harus masuk lebih awal untuk mengikuti
ibadah bersama dan setelah itu Kegiatan Belajar Mengajar akan dilakukan hanya
sampai pukul 16. 00 WITA. Setelah bunyi
lonceng tanda kegiatan belajar mengajar selesai dan setelah berdoa bersama di
dalam kelas, tanpa membuang waktu kami berebutan keluar dari pagar sekolah yang
sudah seminggu ini berhasil menguras tenaga dan otak kami untuk belajar
(walaupun sebenarnya tidak demikian juga).
“Halo Chichy…”
Sapa seseorang dari arah belakang. Spontan aku dan teman-teman menoleh ke
belakang.
“Halo…” Sapaku
pada teman yang ternyata adalah tetanggaku.
“Boleh bicara
sebentar?” Katanya.
“Boleh…” Kataku
sambil melangkah meninggalkan teman-temanku sedikit ke belakang mereka.
“Kamu dapat
salam dari teman saya”
‘Siapa?”
“Jonathan,
teman sekelas saya”
“Salam bagaimana
ya?” kataku pura-pura tak mengerti apa maksudnya walaupun sebenarnya aku
sudah tahu apa maksudnya.
“Hmmm… Bagaimana
ya… Dia suka sama kamu” Katanya dengan suara yang kedengaran mulai merasa
tak enak menyampaikan ini.
“Hummmm… iya…
tapi nanti saja ya baru aku jawab?” Jawabku dengan lembut.
“Oke, kalau
begitu aku duluan ya…” Kataku sambil berlalu menhampiri teman-temanku.
Sore
itu, sore yang cerah di hari pertama dalam minggu ini, hari Senin yang indah,
yang merubah ungakapan yang sering orang-orang gunakan “I hate Monday” karena Senin ini, tak seperti biasanya aku pulang
bersama teman-teman akrabku, lima orang perempuan tangguh dan sangat luar biasa
dalam karya dan celotehan mereka. Sore ini sepulang sekolah aku pulang bersama
seseorang yang sebenarnya sudah lama ku lihat tapi tak begitu ku kenal. Kami satu
sekolah tapi beda kelas. Dia orang yang dibicarakan oleh tetangga sekaligus
teman sekolah saya itu di hari Sabtu lalu. Dia adalah Jonathan.
Sore
itu ternyata jadi awal persahabatan kami, aku dan Jonathan resmi berpacaran. Sama
seperti pasangan-pasangan yang lainnya, kami selalu terlihat bersama baik itu
di sekolah maupun di jalan sepulang sekolah. Bahkan mungkin terlihat sedikit aneh bagi teman-teman sebaya
kami yang lainnya, hubungan kami tidak kami sembunyikan dari keluarga kami,
walaupun masih di bangku SMA tapi kami sudah berani memperkenalkan pasangan
pada keluarga kami, dia sering main ke rumahku, dan akupun sering main ke
rumahnya. Hubungan kami dapat dikatakan hubungan yang sangat baik, walaupun
kami masih sangat muda waktu itu.
Semuanya
berubah ketika kami dinyatakan lulus SMA. Waktu itu di kota kami yang memiliki
telpon seluler baru segelintir orang saja, kami berpisah tanpa saling memberi nomor
hape, bukan karena tak ingin tapi
karena belum memiliki barang elektronik tersebut. Aku berangkat ke luar kota
dan dia entah ke mana aku tak tahu, yang aku tahu dia kembali ke kota
kelahirannya yang berbeda pulau denganku.
Semuanya hilang, tak berjejak hingga malam ini,
deringan hapeku menghadirkan dia
kembali ke sini.
HARI
INI….
Setelah
sebulan kembali membangun persahabatan. Yah, harus kami katakan ini
persahabatan karena semua menjadi begitu bercampur aduk, antara rasa bahagia,
rasa haru, bingung, dan semuanya bercampur dalam hati dan benak kami.
Sembilan tahun bukan waktu yang singkat. Kami telah
berpisah sangat lama, kami telah hampir saling melupakan dan bahkan berpikir
takkan pernah saling bertemu lagi. Kami telah berubah, kami tidak lagi dua insan
remaja yang saling jatuh cinta dengan getaran cinta yang membuat kami sering
terlihat tersenyum sendiri dan saling menatap malu-malu ketika bertemu. Kini kami
telah menjadi dua orang dewasa yang harus kami akui bahwa sangat berbeda dari
sepuluh tahun yang lalu. Dia telah menjadi seorang laki-laki dewasa tidak hanya
dalam usia tapi juga cara pandangnya akan hidup dan juga sebuah hubungan. Aku telah
menjadi seorang wanita dewasa yang tak lagi tersipu malu ketika berhadapan
dengannya.
Dan…
Akhirnya hari ini, kami bersama-sama mengakui bahwa rasa yang pernah tertinggal
hampir mati itu ternyata masih ada di sudut hati kami, dan kami ingin memulai
sesuatu yang baru di lembaran lama yang sempat kami simpan dengan sangat rapi
dalam hati.
Kalau orang lain mengatakan CLBK (Cinta Lama Bersemi
Kembali) kami lebih suka menggunakan singkatan yang unik walaupun terlihat
lucu, kami menyebutnya CILIK (Cinta Lama Infeksi Kembali)
SoE, 1 Oktober 2014