Menari adalah jiwaku...
Penari adalah diriku...
Jika seseorang bertanya "sampai kapan kamu akan terus menari?" Maka jawabku "sampai kaki ini sudah tak kuat untuk melangkah"
Jika ada lagi yang bertanya "sampai kapan kamu akan terus menari?" Maka akan ku jawab "sampai tangan ini tak mampu kulampaikan"
Menari... Aku akan terus menari...
Meski di tengah kabut...
Aku akan terus menari, karena menari adalah jiwaku...
Sabtu, 22 Juni 2013
Jumat, 21 Juni 2013
Kamu dan Tarianmu...
Tak peduli berapa banyak pasang mata yang menatap, teruslah menari...
Tak peduli seperti apa kalimat yang akan dilontarkan, tetaplah menari...
Ini bukan tentang mereka... Tapi tentang kamu dan tarian... Ini bukan tentang tanggapan orang lain tapi tentang menyatunya jiwamu dan jiwa tarianmu...
Ini bukan tentang bagaimana keadaan yang ada, tapi tentang kisah yang ingin kamu ceritakan lewat irama tarianmu...
Berputarlah, melompatlah.. Menarilah sepenuh hatimu... Sepenuh jiwamu dengan kerendahan hatimu. Just do it.
Tak peduli seperti apa kalimat yang akan dilontarkan, tetaplah menari...
Ini bukan tentang mereka... Tapi tentang kamu dan tarian... Ini bukan tentang tanggapan orang lain tapi tentang menyatunya jiwamu dan jiwa tarianmu...
Ini bukan tentang bagaimana keadaan yang ada, tapi tentang kisah yang ingin kamu ceritakan lewat irama tarianmu...
Berputarlah, melompatlah.. Menarilah sepenuh hatimu... Sepenuh jiwamu dengan kerendahan hatimu. Just do it.
The Soul of...
Sama seperti menatap dalam mata orang yang dicintai...
Merasakan hangat tatapannya...
Memahami lubuk hatinya...
Masuklah dalam jiwa tarian itu...
Rasakan jiwanya... Menyatulah dengannya...
Tarian itu... Karya seni yang memiliki jiwanya sendiri... Masuklah ke dalam jiwanya... Menyatulah dengannya...
Menari sambil menutup mata... Mulai merasakan geratan hati tarian penuh asa...
Menarilah dan teruslah menari mengikuti irama jiwa...
Turutilah bisikan jiwanya dan lambaikanlah tangan, berputarlah mengikuti komandonya...
Ekspresikanlah asanya lewat gerakan tubuhmu...
Sebuah tarian bukanlah sekedar karya seni... Sebuah tarian memiliki jiwanya sendiri... Rasakan itu... Menyatulah dengannya dan mulailah menari...
Menarilah dan teruslah menari...
Tunjukkan kebesaran Sang Pencipta melalui kentakan kakimu... Biarlah lembut lembaian tanganmu mampu menunjukkan kekuatan kasih-Nya.
Segala sesuatu indah pada waktu seperti keserasian tarian dan irama. Semuanya indah menggetarkan jiwa penuh cinta.
Merasakan hangat tatapannya...
Memahami lubuk hatinya...
Masuklah dalam jiwa tarian itu...
Rasakan jiwanya... Menyatulah dengannya...
Tarian itu... Karya seni yang memiliki jiwanya sendiri... Masuklah ke dalam jiwanya... Menyatulah dengannya...
Menari sambil menutup mata... Mulai merasakan geratan hati tarian penuh asa...
Menarilah dan teruslah menari mengikuti irama jiwa...
Turutilah bisikan jiwanya dan lambaikanlah tangan, berputarlah mengikuti komandonya...
Ekspresikanlah asanya lewat gerakan tubuhmu...
Sebuah tarian bukanlah sekedar karya seni... Sebuah tarian memiliki jiwanya sendiri... Rasakan itu... Menyatulah dengannya dan mulailah menari...
Menarilah dan teruslah menari...
Tunjukkan kebesaran Sang Pencipta melalui kentakan kakimu... Biarlah lembut lembaian tanganmu mampu menunjukkan kekuatan kasih-Nya.
Segala sesuatu indah pada waktu seperti keserasian tarian dan irama. Semuanya indah menggetarkan jiwa penuh cinta.
Senin, 17 Juni 2013
Masa Lalu vs Masa Kini
Setiap orang punya kisah tentang masa lalu. Masing-masing orang memiliki sejarah entah yang ingin selalu ia kenang atau yang ingin dia lupakan. Tapi sejarah itulah yang berhasil menghantarnya sampai pada titik ini.
Orang sering berkata "kemarin adalah kenangan, hari ini adalah kenyataan dan esok adalah harapan"
Apakah kenangan harus begitu mempengaruhi hari ini yang adalah kenyataan? Apakah kenangan harus menjadi satu alasan bagi manusia untuk terpuruk dalam kenyataan masa kini? Bukankah kenangan itu tempatnya di belakang?
Sama seperti sebuah pisau, akan menjadi tajam ketika diasah, kemampuan manusiapun akan terlihat ketika terus diasah, dilatih dan dibiasakan. Mampukanlah diri kita untuk mampu melakukan yang terbaik, apapun pandangan orang bukanlah urusan kita. Tetaplah mengusahakan yang terbaik semampunya kita. Karena kita pasti bisa.
Orang sering berkata "kemarin adalah kenangan, hari ini adalah kenyataan dan esok adalah harapan"
Apakah kenangan harus begitu mempengaruhi hari ini yang adalah kenyataan? Apakah kenangan harus menjadi satu alasan bagi manusia untuk terpuruk dalam kenyataan masa kini? Bukankah kenangan itu tempatnya di belakang?
Sama seperti sebuah pisau, akan menjadi tajam ketika diasah, kemampuan manusiapun akan terlihat ketika terus diasah, dilatih dan dibiasakan. Mampukanlah diri kita untuk mampu melakukan yang terbaik, apapun pandangan orang bukanlah urusan kita. Tetaplah mengusahakan yang terbaik semampunya kita. Karena kita pasti bisa.
Minggu, 16 Juni 2013
Instan???
Seiring berjalannya waktu dan perubahan zaman, hidup seakan sebuah perjuangan yang amat berat bagi sebagian orang, namun hidup adalah sesuatu yang "gampang" bagi yang lainnya.
Ada perbedaan yang amat sangat jauh antara kedua kelompok ini. Segelintir orang akan berkata "o... Tenang saja, itukan cuma seperti ini, nanti juga jadi." Tapi untuk yang lain harus berkata "kita harus berusaha jika ingin mendapatkan sesuap nasi."
Hidup di era sekarang ini memang menuntut manusia untuk berusaha, bekerja keras, tapi di sisi yang lain segala sesuatu menjadi "instan", entahlah mungkin agar dapat mengurangi kesibukan yang harus dijalani atau karena alasan lain.
Dulu jika ingin berambut panjang seorang perempuan harus merawat rambutnya selama berbulan-bulan, sekarang tidak perlu susah-susah seperti itu, sekarang rambut panjang bisa didapat denga gampang dalam waktu kurang lebih 2 jam yang biasa disebut "sambung rambut"
Dulu jika ingin memiliki kuku yang panjang dan indah harus dengan perawatan yang baik, sekarang tinggal membeli entah apa namanya, tapi banyak dijual di pasar dan toko-toko, terbuat dari bahan plastik bentuknya seperti kuku yang sangat indah, jika ingin menggunakannya tinggal dilem menggunakan lem yang sudah dikemas bersama "kuku-kuku" tadi.
Dulu untuk menanak nasi, harus sedikit direpotkan dengan tungku, kayu api, periuk, atau kompor. Sekarang semua itu tidak dibutuhkan lagi, sekarang ada banyak yang "magic-magic" seperti magic com, magic jar dan sebagainya (hal-hal magic karena dapat membuat beras menjadi nasi tanpa api. Hahahaha)
Ada banyak kemudahan lain yang ditawarkan. Hal itu memang membuat manusia sedikit tertolong, tapi apakah tidak ada efek negativenya?
Merenung.....................
Ada perbedaan yang amat sangat jauh antara kedua kelompok ini. Segelintir orang akan berkata "o... Tenang saja, itukan cuma seperti ini, nanti juga jadi." Tapi untuk yang lain harus berkata "kita harus berusaha jika ingin mendapatkan sesuap nasi."
Hidup di era sekarang ini memang menuntut manusia untuk berusaha, bekerja keras, tapi di sisi yang lain segala sesuatu menjadi "instan", entahlah mungkin agar dapat mengurangi kesibukan yang harus dijalani atau karena alasan lain.
Dulu jika ingin berambut panjang seorang perempuan harus merawat rambutnya selama berbulan-bulan, sekarang tidak perlu susah-susah seperti itu, sekarang rambut panjang bisa didapat denga gampang dalam waktu kurang lebih 2 jam yang biasa disebut "sambung rambut"
Dulu jika ingin memiliki kuku yang panjang dan indah harus dengan perawatan yang baik, sekarang tinggal membeli entah apa namanya, tapi banyak dijual di pasar dan toko-toko, terbuat dari bahan plastik bentuknya seperti kuku yang sangat indah, jika ingin menggunakannya tinggal dilem menggunakan lem yang sudah dikemas bersama "kuku-kuku" tadi.
Dulu untuk menanak nasi, harus sedikit direpotkan dengan tungku, kayu api, periuk, atau kompor. Sekarang semua itu tidak dibutuhkan lagi, sekarang ada banyak yang "magic-magic" seperti magic com, magic jar dan sebagainya (hal-hal magic karena dapat membuat beras menjadi nasi tanpa api. Hahahaha)
Ada banyak kemudahan lain yang ditawarkan. Hal itu memang membuat manusia sedikit tertolong, tapi apakah tidak ada efek negativenya?
Merenung.....................
Langganan:
Postingan (Atom)