Tatapan matanya tajam namun meneduhkan
Tenggelam dalam syairnya
Terhisap dalam tulisannya.
Mengaguminya sejak masa remaja
Bermimpi ingin bertemu sang penyair
Namun mimpi itu tinggal mimpi.
Tapi, siapa sangka sang penyair seolah tak ingin membiarkan kekecewaan itu terus bergelayut dalam kalbu,
Dia tetap hadir dalam karyanya,
Semesta mengijinkanku menjadi bagian hidupnya,
Bahkan hadir sebagai "Mboku" bagiku
Aku lebih senang menyebutnya "Mboku tiga gelang karet"
Karena di sana ada cinta yang mendalam.
Aku mengaguminya Mboku tiga gelang karet bahkan sampai akhir hayatnya.
Teruntuk sang idola Mboku Umbu Landu Paranggi.