Hai sobat,
Dunia ini seperti sebuah arena pertandingan lari. Kamu harus terus berlari mengikuti rute yang ada. Kamu harus terus bergerak maju.
Kadang-kadang kamu mungkin akan terjatuh, tapi bangkitlah.
Kadang- kadang kamu harus merasakan perihnya luka yang kamu alami, basuhlah luka itu dengan tanganmu sendiri dan mulailah kembali berlari.
Sobat,
Jangan hiraukan setiap teriakan orang di luar sana, ini adalah arenamu, ini adalah pertandinganmu. Jika ingin bertanya, hampirilah orang-orang yang berani mendorongmu untuk terus berusaha, jangan biarkan rasa malas menguasaimu.
Dalam perjalananmu mungkin kamu memang butuh waktu sejenak untuk beristirahat. Beristirahatlah sejenak, namun pakailah saat itu untuk merefleksi dirimua, agar di saat kamu harus kembali berlari kamu tahu apa yang harus kamu perbaiki dan apa yang harus kamu pertahankan.
Sobat,
Dunia ini memang keras, tapi di balik kerasnya tersimpan anugerah.
Sobat, dunia ini mungkin akan membuatmu menitikkan air mata, tapi janganlah mencari siapa yang bertanggung jawab atas semua itu, janganlah mambuang waktu mu untuk mencari sasaran kekesalanmu, ambillah pelajaran berharga di balik air matamu. Biarkan dunia terus keras seperti apa adanya dia, tugasmu bukan mengajukan protes atas semua ini, tugasmu adalah mencapai titik tujuanmu.
Sobat,
Bumi terus berputar. Kamu tak mungkin terus menerus mengatakan nanti, masih ada waktu dan sebagainya. Waktu tak pernah berhenti sedetikpun untuk menunggu kesiapanmu. Waktu tak pernah peduli dengan kesediaanmu. Kamu harus berani mengambil keputusan untuk dirimu sendiri.
Mungkin di tengah perjalananmu kamu akan melihat bekas-bekas perjalanan orang lain, ada banyak hal di sana, jadikan semuanya sebagai pelajaran berharga.
Mungkin juga kamu akan menemui lubang-lubang kecil yang tiba-tiba hadir dari masa lalumu, yang membuatmu merasa ingin marah pada orang-orang yang telah membuat lubang itu, tapi jangan lakukan itu. Mungkin lubang itu perlu kau tutupi agar kembali utuh, tapi mungkin juga lubang itu dapat kau tanami setangkai mawar atau sebatang pohon.
Sobat,
Tetaplah tegar, ini duniamu, ini anugerahmu dan ini akan jadi ceritamu. Jangan biarkan pikiran negatif menguasaimu. Belajarlah untuk melihat setiap sisi positif dari apapun yang kamu alami.
Sobat,
Bersyukurlah saat kamu diberi sebuah pujian, tapi pada saat yang sama kamu harus berhati-hati, pujian kadang menghanyutkan dan menghancurkan.
Bersyukurlah juga di saat ada yang melontarkan kritikan pedas padamu. Walaupun melukai perasaanmu, tapi di sana ada sebuah cermin mampu yang menunjukkan kekuranganmu.
Pusatkan pikiranmu pada tujuanmu, di sana ada masa depanmu, di sana ada kebanggaanmu, di sana ada orang-orang yang ingin mendengar kisahmu.
Sobat,
Teruslah berlari, teruslah menelusuri jalanmu. Teruslah melantunkan pujian dan doamu kepada Sang pemilik hidup agar kamu diberi hikmat dan kemampuan. Kamu pasti sanggup! Yakinilah itu, kamu pasti sanggup!
Selasa, 28 Mei 2013
Menari di tengah kabut???
Menari di tengah pekatnya kabut, berusaha menikmati setiap langkah kaki mengikuti irama alam. Mengapa harus di tengah kabut? Tak adakah tempat indah lainnya yang dapat dijadikan panggung? Begitu sempitkah dunia sehingga tak menyediakan tempat lain yang lebih indah?
Kabut itu samar, kabut itu dingin. Kabut itu mungkin indah bagi kalian yang berada di luar sana, tapi tidak untuk aku, seorang pencinta mawar, seorang pencinta kupu-kupu. Dapatkah keindahan mawar terlihat di tengah-tengah pekatnya kabut? Dapatkah keindahan tarian kupu-kupu mempesona di tengah kelamnya kabut?
Tapi di tengah kabut itulah seorang peri kesepian mampu menari. Di tengah kabut itulah seorang peri menemukan sedikit kenangan tentang belahan jiwanya. Dingin... Samar...
menari... Apakah ini dapat disebut sebuah tarian? Berputar-putar di tengah kabut dengan mata terpejam, melambaikan tangan mengikuti arah irama jiwa.
yah... Itu tarian, sebuah tarian penuh kerinduan, merindukan belahan jiwanya hadir melengkapi tarian itu menjadi sebuah tarian penuh pesona. Yah... Itu sebuah tarian, tarian di tengah kesepian, di tengah diamnya alam, di tengah samarnya pandangan.
tarian yang mampu memberi sedikit kehangatan tubuh, tarian yang mampu menghadirkan sedikit ketenangan.
mengapa tak ada seekor burungpun yang melintasi kabut ini? Ada asa yang begitu dalam untuk menitipkan sebuah pesan penuh kerinduan kepada belahan jiwanya. Menitipkan sebuah kalimat penuh arti "di sini penuh kerinduan, merindukan sosokmu di setiap detik, di setiap hembusan nafas ini. Di sini, tak pernah letih memelukmu dalam kenangan meski hampa."
tapi bagaimana dapat pesan itu tiba di sana, di tempat tak beralamat, di tempat yang seolah di planet yang lain? Tanpa pesan itu mampukah belahan jiwanya mendengarkan suara hatinya penuh kerinduan? Tanpa pesan itu mampukan belahan jiwanya tau betapa ia dirindukan?
mampukah kabut ini menceritakan padanya? Ataukah kabut akan selalu diam dan dingin?
Kabut itu samar, kabut itu dingin. Kabut itu mungkin indah bagi kalian yang berada di luar sana, tapi tidak untuk aku, seorang pencinta mawar, seorang pencinta kupu-kupu. Dapatkah keindahan mawar terlihat di tengah-tengah pekatnya kabut? Dapatkah keindahan tarian kupu-kupu mempesona di tengah kelamnya kabut?
Tapi di tengah kabut itulah seorang peri kesepian mampu menari. Di tengah kabut itulah seorang peri menemukan sedikit kenangan tentang belahan jiwanya. Dingin... Samar...
menari... Apakah ini dapat disebut sebuah tarian? Berputar-putar di tengah kabut dengan mata terpejam, melambaikan tangan mengikuti arah irama jiwa.
yah... Itu tarian, sebuah tarian penuh kerinduan, merindukan belahan jiwanya hadir melengkapi tarian itu menjadi sebuah tarian penuh pesona. Yah... Itu sebuah tarian, tarian di tengah kesepian, di tengah diamnya alam, di tengah samarnya pandangan.
tarian yang mampu memberi sedikit kehangatan tubuh, tarian yang mampu menghadirkan sedikit ketenangan.
mengapa tak ada seekor burungpun yang melintasi kabut ini? Ada asa yang begitu dalam untuk menitipkan sebuah pesan penuh kerinduan kepada belahan jiwanya. Menitipkan sebuah kalimat penuh arti "di sini penuh kerinduan, merindukan sosokmu di setiap detik, di setiap hembusan nafas ini. Di sini, tak pernah letih memelukmu dalam kenangan meski hampa."
tapi bagaimana dapat pesan itu tiba di sana, di tempat tak beralamat, di tempat yang seolah di planet yang lain? Tanpa pesan itu mampukah belahan jiwanya mendengarkan suara hatinya penuh kerinduan? Tanpa pesan itu mampukan belahan jiwanya tau betapa ia dirindukan?
mampukah kabut ini menceritakan padanya? Ataukah kabut akan selalu diam dan dingin?
Minggu, 26 Mei 2013
Kisahku, Kisah kami
Di tengah-tengah hiruk pikuknya dunia, terselib sesuatu yang lain di sudur hati. Sesuatu itu tak mudah dipahami, tak mudah dikenali.
Semakin terlarut dalam kesibukan, rasa itu semakin kuat. Rasa rindu pada masa-masa 15 sampai 20 tahun yang lalu. Merindukan indahnya masa kecilku.
Sedikit lucu saat membayangkan semua kisah itu. Kisah tentang kebersamaan dengan teman-teman sebaya, kisah tentang pura-pura sakit agar diijinkan tidak masuk sekolah, kisah tentang merobek lembaran buku yang ada nilai merahnya agar tidak dimarahi ma bo'i. Kisah tentang antri sama kakak adik untuk dimandikan pa bo'i, sementara ma bo' i menanti untuk memakaikan pakaian dan menyisir rambut kami. Kisah tentang berenang di kali, main seluncuran di gunung menggunakan pelepah kelapa. Kisah tentang dimarahi pa bo'i karna tidak tertib waktu. Kisah tentang kekonyolan bersama teman-teman sepermainan. Kisah tentang pertengkaran dengan teman-teman karna hal-hal sepele bahkan dapat dikatakan konyol.
Merindukan saat-saat bermain kelereng, karet, gambar, tali jepang, tali merdeka, bola kasti yang sering kami sebut "bagebok"
Merindukan semua kisah itu. Masih ada banyak kisah lainnya yang mau tak mau membuat serasa ingin kembali ke masa itu. Masa kecil penuh cerita.
Semakin terlarut dalam kesibukan, rasa itu semakin kuat. Rasa rindu pada masa-masa 15 sampai 20 tahun yang lalu. Merindukan indahnya masa kecilku.
Sedikit lucu saat membayangkan semua kisah itu. Kisah tentang kebersamaan dengan teman-teman sebaya, kisah tentang pura-pura sakit agar diijinkan tidak masuk sekolah, kisah tentang merobek lembaran buku yang ada nilai merahnya agar tidak dimarahi ma bo'i. Kisah tentang antri sama kakak adik untuk dimandikan pa bo'i, sementara ma bo' i menanti untuk memakaikan pakaian dan menyisir rambut kami. Kisah tentang berenang di kali, main seluncuran di gunung menggunakan pelepah kelapa. Kisah tentang dimarahi pa bo'i karna tidak tertib waktu. Kisah tentang kekonyolan bersama teman-teman sepermainan. Kisah tentang pertengkaran dengan teman-teman karna hal-hal sepele bahkan dapat dikatakan konyol.
Merindukan saat-saat bermain kelereng, karet, gambar, tali jepang, tali merdeka, bola kasti yang sering kami sebut "bagebok"
Merindukan semua kisah itu. Masih ada banyak kisah lainnya yang mau tak mau membuat serasa ingin kembali ke masa itu. Masa kecil penuh cerita.
Kisah mereka orang- orang Luar biasa yang rendah hati
Sesuatu yg unik, sesuatu yg luar biasa dan sesuatu yg istimewa. Mereka dikumpulkan dari latar belakang yg berbeda namun memiliki satu asa, satu tujuan dan satu tekad yg sama. Walaupun sedikit sulit membagi waktu antara pekerjaan rutin dan pertemuan-pertemuan yg dilakukan, walalupun sedikit lelah namun semangat mereka tak pernah padam. Dengan berani mereka menerobos suatu fatamorgana, dengan pasti mereka mengatakan "kita pasti bisa"
Semangat itulah yg menjadikan mereka tetap bersatu. Semangat itulah yg menjadikan mereka tetap tersenyum, dan semangat itulah yang mengajarkan mereka tentang arti dari semuah iman.
Mungkin iman mereka tak sebesar biji sesawi yg mampu memindahkan gunung, tapi iman mereka mampu menggugah hati Sang Pencipta, iman mereka mampu menghentikan hujan.
Sesuatu yg unik dan seolah memiliki kekuatan yg tak dapat dikalahkan. Sesuatu yg mungkin dapat disebut "ketulusan" atau mungkin juga dapat disebut "kerelaan" tapi sesuatu itu membuat mereka tak melihat siapa diri mereka, dengan mantap dan rendah hati mereka tetap tersenyum dan berkata "Forum SoE Peduli mengucapkan terima kasih banyak buat teman-teman yg telah meluangkan waktu utk mengisi acara konser amal malam hari ini."
Karena kerelaan itu pula mereka yg harus menempuh perjalanan sejauh 100 KM memutuskan melakukan suatu tindakan yg tak pernah terjadi di Kota Ini, "MENGAMEN" di kios-kios terdekat demi mendapatkan Rp. 1000 untuk Rokatenda.
Terlalu unik semua yang diperkenankan utk terjadi, semua itu begitu membekas. Kerendahan hati mereka mampu menggugah dunia. Terima kasih Forum SoE Peduli dan Kupang Bagarak. Bangga mengenal dan bekerja sama dengan kalian orang-orang luar biasa yg memiliki kerendahan hati.
Semangat itulah yg menjadikan mereka tetap bersatu. Semangat itulah yg menjadikan mereka tetap tersenyum, dan semangat itulah yang mengajarkan mereka tentang arti dari semuah iman.
Mungkin iman mereka tak sebesar biji sesawi yg mampu memindahkan gunung, tapi iman mereka mampu menggugah hati Sang Pencipta, iman mereka mampu menghentikan hujan.
Sesuatu yg unik dan seolah memiliki kekuatan yg tak dapat dikalahkan. Sesuatu yg mungkin dapat disebut "ketulusan" atau mungkin juga dapat disebut "kerelaan" tapi sesuatu itu membuat mereka tak melihat siapa diri mereka, dengan mantap dan rendah hati mereka tetap tersenyum dan berkata "Forum SoE Peduli mengucapkan terima kasih banyak buat teman-teman yg telah meluangkan waktu utk mengisi acara konser amal malam hari ini."
Karena kerelaan itu pula mereka yg harus menempuh perjalanan sejauh 100 KM memutuskan melakukan suatu tindakan yg tak pernah terjadi di Kota Ini, "MENGAMEN" di kios-kios terdekat demi mendapatkan Rp. 1000 untuk Rokatenda.
Terlalu unik semua yang diperkenankan utk terjadi, semua itu begitu membekas. Kerendahan hati mereka mampu menggugah dunia. Terima kasih Forum SoE Peduli dan Kupang Bagarak. Bangga mengenal dan bekerja sama dengan kalian orang-orang luar biasa yg memiliki kerendahan hati.
Langganan:
Postingan (Atom)