Selasa, 28 Mei 2013

Untukmu Sobat

Hai sobat,
Dunia ini seperti sebuah arena pertandingan lari. Kamu harus terus berlari mengikuti rute yang ada. Kamu harus terus bergerak maju.

Kadang-kadang kamu mungkin akan terjatuh, tapi bangkitlah.
Kadang- kadang kamu harus merasakan perihnya luka yang kamu alami, basuhlah luka itu dengan tanganmu sendiri dan mulailah kembali berlari.

Sobat,
Jangan hiraukan setiap teriakan orang di luar sana, ini adalah arenamu, ini adalah pertandinganmu. Jika ingin bertanya, hampirilah orang-orang yang berani mendorongmu untuk terus berusaha, jangan biarkan rasa malas menguasaimu.

Dalam perjalananmu mungkin kamu memang butuh waktu sejenak untuk beristirahat. Beristirahatlah sejenak, namun pakailah saat itu untuk merefleksi dirimua, agar di saat kamu harus kembali berlari kamu tahu apa yang harus kamu perbaiki dan apa yang harus kamu pertahankan.

Sobat,
Dunia ini memang keras, tapi di balik kerasnya tersimpan anugerah.
Sobat, dunia ini mungkin akan membuatmu menitikkan air mata, tapi janganlah mencari siapa yang bertanggung jawab atas semua itu, janganlah mambuang waktu mu untuk mencari sasaran kekesalanmu, ambillah pelajaran berharga di balik air matamu. Biarkan dunia terus keras seperti apa adanya dia, tugasmu bukan mengajukan protes atas semua ini, tugasmu adalah mencapai titik tujuanmu.

Sobat,
Bumi terus berputar. Kamu tak mungkin terus menerus mengatakan nanti, masih ada waktu dan sebagainya. Waktu tak pernah berhenti sedetikpun untuk menunggu kesiapanmu. Waktu tak pernah peduli dengan kesediaanmu. Kamu harus berani mengambil keputusan untuk dirimu sendiri.

Mungkin di tengah perjalananmu kamu akan melihat bekas-bekas perjalanan orang lain, ada banyak hal di sana, jadikan semuanya sebagai pelajaran berharga.
Mungkin juga kamu akan menemui lubang-lubang kecil yang tiba-tiba hadir dari masa lalumu, yang membuatmu merasa ingin marah pada orang-orang yang telah membuat lubang itu, tapi jangan lakukan itu. Mungkin lubang itu perlu kau tutupi agar kembali utuh, tapi mungkin juga lubang itu dapat kau tanami setangkai mawar atau sebatang pohon.

Sobat,
Tetaplah tegar, ini duniamu, ini anugerahmu dan ini akan jadi ceritamu. Jangan biarkan pikiran negatif menguasaimu. Belajarlah untuk melihat setiap sisi positif dari apapun yang kamu alami.

Sobat,
Bersyukurlah saat kamu diberi sebuah pujian, tapi pada saat yang sama kamu harus berhati-hati, pujian kadang menghanyutkan dan menghancurkan.
Bersyukurlah juga di saat ada yang melontarkan kritikan pedas padamu. Walaupun melukai perasaanmu, tapi di sana ada sebuah cermin mampu yang menunjukkan kekuranganmu.

Pusatkan pikiranmu pada tujuanmu, di sana ada masa depanmu, di sana ada kebanggaanmu, di sana ada orang-orang yang ingin mendengar kisahmu.

Sobat,
Teruslah berlari, teruslah menelusuri jalanmu. Teruslah melantunkan pujian dan doamu kepada Sang pemilik hidup agar kamu diberi hikmat dan kemampuan. Kamu pasti sanggup! Yakinilah itu, kamu pasti sanggup!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar