Ini seperti perselingkuhan atas nama kebebasan.
Menutupi sebuah hubungan terbuka
Hanya untuk sebuah kemunafikan.
Seperti menipu dunia bahwa durian itu nikmat
Padahal baunya saja mampu membuat pingsan.
Ada pujian yang sia-sia
Pujian yang memuakkan dan memberi segaris rasa berdosa ketika melontarkannya.
Aku mulai berselingkuh dengan kepercayaanku sendiri...
Mengkhianati diri demi kepuasan pujian yang sia-sia.
Terus melontarkan pujian hanya untuk sebuah kekosongan.
Rabu, 27 Mei 2015
Perselingkuhan
Minggu, 24 Mei 2015
Ayah... Ibu... Aku ingin
Ayah...
Ibu...
Jangan batasi langkahku...
Aku ingin berlari seperti mereka.
Jangan beri pembatas ruang untukku
Aku ingin terbang seperti teman-temanku.
Aku tahu Ayah dan Ibu mencintaiku
Tapi jangan kekang aku dalam batas tanah ini.
Aku tahu Ayah dan Ibu ingin melindungiku
Tapi aku ingin seperti mereka yang tetap aman tanpa merasa dibatasi.
Aku ingin berlari, melompat dan menari bersama teman-temanku.
Aku ingin melihat dunia.
Percayalah,
Aku tak akan melupakan pesan-pesanmu,
Aku hanya ingin masa kecilku penuh cerita persahabatan dan cerita indah.
Aku hanya ingin seperti anak-anak pada umumnya.
Ayah...
Ibu...
Tolong ijinkan aku melihat dunia ini meski hanya di sekitar rumah kita.
Langganan:
Postingan (Atom)