Sabtu, 20 Juni 2015

Menghargai sebuah proses

Hari ini, dalam perjalanan menuju gereja dengan mengendarai motor *karena jarak yang harus saya tempuh lumayan jauh*, tiba-tiba saya teringat sebuah film yaitu "saolin soccer" *mudah-mudahan tidak salah karena film itu sudah saya tonton bertahun-tahun yang lalu*. Sedikit cuplikan film itu yang sempat saya ingat adalah ketika seorang anak meminta kepada gurunya untuk mengajarinya sepak bola karena ia sangat ingin masuk dalam tim saolin soccer itu. Saat itu sang guru tidak mengajarkannya sepak bola, sang guru malah menyuruhnya untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan rumah seperti menimba air dari sumur, mencangkul tanah dan beberapa pekerjaan berat lainnya. Saat itu dia merasa kecewa karena yang dia harapkan adalah menjadi anggota tim saolin soccer jadi yang seharusnya dia lakukan sekarang adalah berlatih sepak bola bukan semua pekerjaan itu.
Namun akhirnya dia menyadari bahwa segala yang dia kerjakan itu meskipun tidak ada kaitannya dengan sepak bola namun bermanfaat untuk kekuatan fisiknya saat bertanding.

Dari sedikit cuplikan film itu yang mampu saya ingat, saya belajar bahwa kadang-kadang mungkin kita merasa tak nyaman karena keadaan yang ada tak sesuai dengan apa yang kita harapkan, kita merasa keadaan yang kita alami tak ada kaitan sama sekali dengan apa yang seharusnya kita alami. Tapi pernahkan kita berpikir bahwa apapun yang kita alami sekarang adalah bagian dari proses untuk menjadikan kita menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih dewasa lagi?
Menghargai sebuah sebuah proses adalah cara terbaik untuk menjadi yang terbaik.