Minggu, 11 Oktober 2015

Bijaklah dalam melihat hidup

Hari ini saya banyak merenung. Saya merasa bahwa hidup ini indah apabila dijalani dengan benar-benar bijak. Waktu yg diberikan untuk semua manusia itu sama, semuanya 24 jam sehari, tapi mengapa ada orang yg begitu bijak menggunakan waktunya untuk sesuatu yg bermakna lalu ada yg ternyata merasa hidup ini tak adil karena seolah berpihak pada orang lain.
Dalam perenungan itu saya menemukan bahwa, ternyata dalam hidup harus kita akui kalau kadang-kadang kita kurang menikmati masa sekarang dan merasa adanya ketidakadilan Tuhan karena kita tidak mampu melepaskan diri kita dari bingkai masa lalu. Kita membiarkan diri kita tetap berada di sana meskipun kenyataannya kita telah ada di masa sekarang. Kadang kita memberi ruang untuk sebuah kebencian tak beralasan pada masa lalu menguasai masa sekarang dan membuat kita benar-benar tak menikmati hidup ini. Saat itu kita mulai menyalahkan banyak pihak untuk apa yg kita alami. Kita mulai mencari cela di luar sana utk melemparkan kesalahan-kesalahan itu. Bahkan mungkin kita dengan tega membuat orang lain ikut menderita dengan kita atas dasar dendam kita.
Tapi... apakah itu membuat kita semakin baik dan membuat kita puas serta bahagia?
Sayang sekali tidak!!!
Karena kebahagiaan itu akan ada ketika kedamaian itu ada. Kebahagiaan itu takkan ada di atas ketidaknyamanan orang lain.
Waktu kita sama, 24 jam sehari. Apakah kita masih ingin melihat kebelakang lalu melukai waktu yg sekarang? Apakah kita akan menyia-nyiakan waktu yg sekarang hanya utk sebuah masa lalu?
Pilihan ada di tangan kita. Dunia tidak menunggu. Kitalah yg harus terus bergerak maju.