Panas... gerah... dan riuh dengan segala kesibukan.
Kota Kasih yang pernah menjadi rumahnya...
Kota yang pernah menjadi saksi persahabatan dan
perjuangannya.
Di ujung jalan sana masih tersisa bias perjuangannya.
Di sudut bangunan itu kembali terlihat cuplikan
persahabatannya.
Kota ini, kota yang pernah melihat seorang gadis berusia 17
tahun, pertama kali melangkahkan kaki keluar dari cangkangnya, melangkah keluar
dari tanah kelahirannya.
Kota ini pernah melihat seorang gadis remaja yang melangkah
dengan harapan dapat mencintai kota ini seperti kota kelahirannya.
Kota ini juga melihat gadis berumur 17 tahun itu beranjak
dewasa.
Kota kasih, kota yang menawarkan sebuah janji masa depan
yang lebih baik baginya.
Kota yang memperkenalkan seorang gadis kecil dengan berbagai
tipe manusia dari berbagai suku, agama, ras, dan sikap.
Kota yang melihat perjuangan gadis kecil dalam meraih
mimpinya.
Kota yang melihat sorot kerinduan tak tertahankan akan tanah
kelahirannya di sudut matanya.
Kota ini juga yang akhirnya menjadi saksi air mata bahagia
milik gadis yang tidak lagi berusia 17 tahun.
Kota ini akhirnya melihat akhir dari perjuangan gadis kecil
yang datang 7 tahun yang lalu.
Kota ini pun melihat langkah pasti gadis kecil yang telah
berubah menjadi seorang wanita dewasa, yang tidak lagi menggunakan pakaian
kecilnya namun menggunakan toga wisudanya.
Hari itu, 17 september 2011, kota ini melihat seorang
sarjana teologi melangkah meninggalkan podium itu.
Hari ini, 11 november 2013, kota ini masih tetap terlihat
sama seperti 7 tahun yang lalu... 2
tahun yang lalu. Kota ini masih menyimpan semua kenangan perjuangan dan
persahabatan seorang gadis kecil yang kini telah menjadi seorang wanita dewasa.
Kupang,
111113
Tidak ada komentar:
Posting Komentar