Sabtu, 05 April 2014

Beranikah kita?

Seminggu yang lalu saya dan keluarga piknik ke pantai Oetune salah satu pantai di selatan TTS. Setiba di sana saya langsung berfoto ria, membaca puisi dan juga bersepak bola bersama anak-anak penduduk asli.
Di tengah kesibukan saya bermain bola sudut mata saya menangkap bayangan sesosok tubuh yang menurut saya sedikit aneh jika berada di pantai. Sosok itu menggunakan sepatu bot, jaket tebal, syal, dan sebuah topi ninja. Secara spontan saya melihat jari-jarinya apakah dia juga menggunakan sarung tangan?
Saya sempat berpikir apakah dia sakit? Tapi dari caranya berjalan dan tertawa, dari raut wajah dan gerak geriknya dia terlihat sangat baik-baik saja. Maka saya pun berkesimpulan bahwa dia tidak siap menerima resiko terkena sengatan matahari di pantai ini.
Kadang-kadang itu juga yang kita alamai dalam hidup. Kadang kiya tidak siap menerima resiko-resiko dari apa yang harus kita jalani akhirnya kita menjalani semuanya dengan perlindungan diri yang berlebihan dan bahkan menutup diri kita dari keadaan yang ada walaupun kita berada di dalamnya.
Akhirnya kita menjadi terlihat berbeda.
-jika berani ke pantai maka harus berani terbakar mata hari. Jika berani bermain air maka harus berani basah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar