Minggu, 20 April 2014

Salah siapakah ini?

Bagi sebagian orang hidup yang baik itu adalah kehidupan jasmani yang tercukupi hingga melupakan kehidupan rohani. "Yang penting dia bisa makan" tanpa ingin tahu dari mana makanan itu berasal. "Yang penting dia bisa tidur" tanpa memikirkan dosa apa yang dilakukan saat tidur.

Menganggap remeh apa yang disebut "dosa" hanya karena ingin hidup baik. Menganggap biasa "dosa" itu hanya karena ingin dipuaskan nafsu sesaat.

Awalnya mungkin hanya karena merasa "butuh perhatian" atau mungkin hanya sebatas "pelarian" dari keadaan sekeliling. Tapi apakah itu sebuah alasan yang tepat?

Jika memang itu karena "butuh perhatian" masih ada sahabat-sahabat di sana yang akan memberi sebuah perhatian yang baik dan tulus.
Jika memang itu juga karena "pelarian" ada banyak hal lain yang baik yang dapat dijadikan pelarian.

Dan untuk sebagian orang yang merasa diri lebih baik menganggap takkan pernah ada sebuah masa depan yang baik bagi seorang "pendosa" dia akan tetap dalam kungkungan dosanya. Atau mungkin ada juga yang tak peduli akan dosanya karena merasa najis membicarakannya.

Kapan akan ada perubahan yang berarti ketika yang satu merasa sudah tak pantas untuk berubah dan yanga lain merasa jijik untuk mengasihinya?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar