Sudah kira-kira satu tahun ini saya mempunyai satu kebiasan yang selalu saya tunggu-tunggu setiap minggu setelah kebaktian 1 di gereja kami.
Kebiasaan itu adalah kebiasaan yang biasa-biasa saja dan tidak wahhhh... kebiasaan itu adalah menunggu 2 orang, sepasang suami istri yang sudah tua untuk memberikan mereka 2 lembar liturgi kebaktian karena mata mereka sudah tak secerah matahari karena termakan usia mereka yang semakin senja.
Kebiasaan ini adalah kebiasaan yang selalu saya tunggu-tunggu. Menjadi sebuah kebahagiaan tersendiri ketika melihat dua orang tua ini berjalan perlahan menuju bangku terdepan di bagian kiri, tempat favorit mereka.
Ada beberapa kali ketika saya tidak melihat mereka mengikuti kebaktian di gereja kami, dan pada minggu sesudahnya ketika melihat mereka selalu saya tanyakan "oma deng opa minggu lalu gereja di mana?" Dengan senyum yang manis oma akan menjawab "oma dong gereja di Efata".
Ada juga beberap kali saat saya tidak mengikuti kebaktian di gereja kami, pada minggu berikutnya saat bertemu mereka, oma akan bertanya "nona minggu lalu di mana? Oma sonde lia"
Saya sangat bersyukur dengan kebiasaan ini.
Pada hari ini saya juga sangat bersyukur karena diundang untuk menghadiri syukuran HUT pernikahan mereka yang ke 50 tahun. Saya tak dapat menahan air mata saya ketika melihat dua orang tua ini berjalan perlahan menuruni tangga rumah mereka, bergandengan tangan dan dituntun oleh anak cucu mereka serta iringan tarian cucu mereka menuju pelaminan yang disediakan.
Tak sampai di situ, setelah ibadah syukur kedua orang tua ini yang telah berusia 75 dan 70 tahun ini menyuapi anak- mereka kue ulang tahun yang telah disiapkan. Setelah menyuapi anak-anak mereka, kedua orang tua ini saling menyuapi sepotong kue dan diakhiri dengan saling memberikan pelukan hangat.
Anak-anak mereka pun ternyata telah menyiapkan hadiah dua buag arloji yang indah dan terlihat mewah untuk kedua orang tua ini.
Saya sungguh terharu dengan semua ini, bukan cuma saya tapi semua undangan terlihat mencucurkan air mata haru mereka.
Saya hampir melupakan satu moment yang juga luar biasa, kedua orang tua ini yang sudah pernah memimpin polanes di 500an pernikahan ini ternyata masih ingin polanes di ulang tahun pernikahan mereka yang ke 50 ini. Polanes yang diiringi tepuk tangan semua undangan.
Hari ini saya mengalami suatu kejadian yang sungguh luar biasa dari dua orang yang selalu saya tunggu di setiap hari minggu setelah kebaktian 1.
Soe, 31 Juli 2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar