Awan…
Aku
ingin bercerita,
Menceritakan
rangkaian kata yang tersimpan dalam hati.
Pepohonan…
Ceritakanlah
ini pada mereka yang melintasimu,
yang berteduh di bawah rindang dedaunanmu.
Dan
kamu sungai…
Teruslah
mengalir agar kisah ini dapat sampai ke sana…
Ke
lautan dan terus menjadi cerita dunia.
Tapi…
Apakah
kalian sanggup mendengar?
Apakah
kalian dapat bercerita?
Dan…
Apakah kalian sanggup mengantarkan untaian kalimat ini?
Aku
butuh seseorang…
Seorang
rendah hati yang mau mendengarku…
Seorang
berhati tulus yang mau menceritakan kisah ini…
Seorang
yang rela berkorban untuk menyalurkan kalimat-kalimat ini, untaian kerinduan
ini.
Kata
hati ini bukan tentang kisah cinta orang muda…
Kata
hati ini bukan tentang ratap tangis seorang yang sedang patah hati,
Kata
hati ini tentang harapan seorang anak negri.
Ini…
Tentang cinta seorang anak muda untuk tanah kelahirannya.
Aku
mencintai negri ini,
Seperti
akar mencintai tanah, tak ingin terpisahkan.
Aku
mengharapkan yang terbaik yang terbaik nagi negri ini,
Seperti
harapan hati seorang bunda.
Dan
aku… Ingin dunia tahu kalau aku mencintai tanah ini.
Seseorang
itu, dia yang kupercaya…
Dia
sosok yang kupilih…
Aku
ingin dia tahu ini harapanku…
Aku ingin dia tahu aku ingin
negeriku tetap menjadi negeri yang tentram, negeri yang makmur, negeri yang
adil dan negeri yang memancarkan kasih.
Aku
ingin dia tahu,
Ini
harapan seorang anak negri.
Kota
Kita, 18 Agustus 2014
dibacakan saat pelantikan anggota DPRD II kab. TTS
Tidak ada komentar:
Posting Komentar