Senin, 25 Agustus 2014

HARAPAN SEORANG ANAK NEGERI

Awan…
Aku ingin bercerita,
Menceritakan rangkaian kata yang tersimpan dalam hati.
Pepohonan…
Ceritakanlah ini pada mereka yang melintasimu,
yang berteduh di bawah rindang dedaunanmu.
Dan kamu sungai…
Teruslah mengalir agar kisah ini dapat sampai ke sana…
Ke lautan dan terus menjadi cerita dunia.
Tapi…
Apakah kalian sanggup mendengar?
Apakah kalian dapat bercerita?
Dan… Apakah kalian sanggup mengantarkan untaian kalimat ini?
Aku butuh seseorang…
Seorang rendah hati yang mau mendengarku…
Seorang berhati tulus yang mau menceritakan kisah ini…
Seorang yang rela berkorban untuk menyalurkan kalimat-kalimat ini, untaian kerinduan ini.
Kata hati ini bukan tentang kisah cinta orang muda…
Kata hati ini bukan tentang ratap tangis seorang yang sedang patah hati,
Kata hati ini tentang harapan seorang anak negri.
Ini… Tentang cinta seorang anak muda untuk tanah kelahirannya.
Aku mencintai negri ini,
Seperti akar mencintai tanah, tak ingin terpisahkan.
Aku mengharapkan yang terbaik yang terbaik nagi negri ini,
Seperti harapan hati seorang bunda.
Dan aku… Ingin dunia tahu kalau aku mencintai tanah ini.
Seseorang itu, dia yang kupercaya…
Dia sosok yang kupilih…
Aku ingin dia tahu ini harapanku…
Aku ingin dia tahu aku ingin negeriku tetap menjadi negeri yang tentram, negeri yang makmur, negeri yang adil dan negeri yang memancarkan kasih.
Aku ingin dia tahu,
Ini harapan seorang anak negri.



Kota Kita, 18 Agustus 2014
dibacakan saat pelantikan anggota DPRD II kab. TTS

Tidak ada komentar:

Posting Komentar