Selasa, 22 Oktober 2013

Jawaban dari sesuatu yang sempat dilupakan

tulisan ini sebelumnya adalah salah satu catatan dalam akun Facebook saya. tulisan ini merupakan tulisan yang mengkisahkan tentang saya dan orang-orang yang luar biasa dalam apa adanya mereka.

" Bta berharap bisa buat sesuatu yg nyata, tidak hanya berdoa. Bta berharap dengan teman2 yg beda profesi bisa bwt sesuatu utk orang lain. Yg dokter dng keahlianx, sarjana Pertanian dng keahlianx, sarjana perikanan dng keahlianx, sarjana pendidikan dng keahlianx, sarjana teknik dng keahlianx, bta sarjana Teologi dng keahlianx bta. Bta mau kami bisa bekerja sama, bwt sesuatu yg berguna, tidak hx sebatas peduli n berdoa"
Kalimat itu dulu sering saya ungkapkan ke beberapa teman. Kalimat itu memang bukan sebait doa yg selalu saya ucapkan, bahkan terkadang saya lupa utk mendoakan harapan tersebut. Kadang-kadang di tengah kesibukan saya, saya hanya sempat untuk mengatakan, Tuhan tambahkanlah Kasih dalam hidup saya, biarlah saya mampu mengasihi MU dan mengexpresikanx dalam mengasihi sesama.
Dengan bergulirx waktu, dengan kesibukan-kesibukan yg selain menyita waktu saya juga menyita perhatian saya, saya menjadi lupa akan kalimat yg pernah saya ucapkan tadi. Tiba-tiba saya tersentak ketika melihat status di media sosial milik salah seorang teman saya:
"Selamat pagi. Semalam ada aksi damai ya di El Tari? Salut. Tapi selain di Yogja sana, di depan hidung kita di Sikka, sudah ada pengungsi Rokatenda yg mati kelaparan dan masih ada belasan ribu yg sedang kelaparan. Mereka bukan penjahat tapi mendapat 'hukuman' alam. Sudahkah kita peduli?"
Saya tersentak dan menyadari kalau telah sekian lama saya hanya mampu mengucapkan "Tuhan tambahkan kasih pada saya" tapi tak mampu menyalurkan kasih itu. Merasa malu pada diri sendiri, merasa terharu dng keadaan yg ada, mengucapsyukur karna kembali diingatkan tentang sebuah harapan. Semuax bercampur aduk dalam hati.

Dalam kesibukan yg sangat padat dalam menyongsong paskah, Tuhan memberikan saya kesempatan utk berkumpul bersama teman-teman yg ternyata berbeda profesi dng saya, kami merancangkan sesuatu yg sangat sederhana, tapi sangat berarti bagi orang-orang yg membutuhkan. Terima kasih Tuhan, terima kasih teman-teman. Sekecil apapun usaha kita, sesederhana apapun yg mampu kita usahakan adalah wujud kasih Allah melalui kita. God bless us

Tidak ada komentar:

Posting Komentar