Rabu, 18 November 2015

Piramida cinta

Cinta itu dapat digambarkan seperti piramida. Bagian paling bawah kelihatannya besar, cinta ini  selalu menuntut pasangan untuk sempurna dan selalu memberikan semua yang terlihat mewah dan wah.  tapi ketika ditanya "apa alasanmu mencintai saya?" Dia akan berkata "karena kamu cantik, ganteng, kamu special dan lainnya" cinta ini ada karena ketertarikan fisik. Pertanyaannya "apakah cinta itu akan tetap ada ketika waktu mulai merenggut kelebihan-kelebihan fisik? Ketika kita tak lagi secantik dan seganteng saat ini baik karena usia atau karena hal lain?

Yang kedua adalah bagian tengahnya. Terlihat besar juga, cinta ini selalu memberikan perhatian yang besar, selalu bersama setiap saat karena hanya berdekatanlah  kenyamanan itu ada.  ketika ditanya "mengapa kamu mencintai saya?" Dia akan berkata "karena kamu baik, kamu pengertian, dan lainnya" cinta ini didasarkan dari kelebihan yang dinilai secara emosi atau perasaan. Pertanyaannya "apakah cinta itu masih tetap ada ketika saat-saat tertentu pengertian itu dikalahkan emosi yang meluap karena keadaan? Apakah cinta itu tetap ada ketika salah satunya dengan pertimbangannya sendiri memilih untuk tidak mengerti dan berkompromi dengan keadaan yang lain?

Yang ketiga, terlihat kecil dan sederhana. Tak banyak menuntut, perhatiannya kadang tak terasa karena berangkat dari hal-hal sederahana, cinta ini tak harus selalu bersama, dalam keadaan apapun selalu ada pengertian yang datang dengan sendirinya. Ketika ditanya "mengapa kamu mencintai saya" dia akan berkata "saya tak tahu mengapa, yang saya tahu saya mencintai kamu apa adanya."

Itulah cinta, cinta yang berawal dari sebuah alasan bisa berakhir karena sebuah alasan pula, namun ketika semua terlihat sederhana dan bahkan hingga hampir tak beralasan, alasan apakah yang akan mengakhiri rasa cinta itu?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar