Nusa Tenggara Timur adalah salah satu provinsi di Negara kepulauan Indonesia. Nusa Tenggara Timur adalah provinsi yang terdiri dari beberapa pulau besar dan kecil. Nusa Tenggara Timur diberi slogan FLOBAMORA yang merupakan singkatan dari nama pulau- pulau besar di dalamnya yakni Flores, Sumba, Timor dan Alor.
Pulau Sumba adalah salah satu dari antara pulau besar di Nusa Tenggara Timur. Secara geografis pulau Sumba berada pada 90- 100 LS dan 1190- 1200 BT dengan luas pulau ± 11. 153 KM 2. Posisi pulau Sumba berada di sebelah selatan pulau Flores dan pulau Sumbawa, serta berada di sebelah utara benua Australia. Pantai selatan dan barat pulau Sumba merupakan lautan lepas samudera hindia, sedangkan sebelah timur merupakan laut Sawu. (Hantoro, 2012). Pulau Sumba terdiri dari empat kabupaten yakni kabupaten Sumba Timur, Sumba Tengah, Sumba Barat dan Sumba Barat Daya.
Kondisi topografi pulau Sumba berbukit-bukit dan cenderung kering. Gunung tertinggi di Sumba Barat mencapai + 999 M dan di Sumba Timur + 1225 M, hutan heterogen banyak dijumpai di daerah Sumba Barat sedangkan di Sumba Timur lebih dikenal dengan padang rumput dan belukar serta sabana. Dataran rendah berada di daerah tepi pulau sedangkan bagian tengah pulau banyak terdapat perbukitan. (Hantoro, 2012). Selain dikenal karena wisata lautnya seperti pantai dan hotel Nihiwatu, pulau Sumba juga dikenal sebagai pulau dengan padang rumput sabana yang luas.
Selain Sumba Timur yang memiliki padang rumput sabana terluas di pulau Sumba, Kabupaten Sumba Tengah juga merupakan kabupaten yang memiliki padang rumput sabana. Secara geografis kabupaten Sumba Tengah terletak pada 1190- 24’ 56, 26” – 1200 50’ 55, 29” BT dan 900- 20’ 38, 31” – 90 50’ 38, 31” – 90 50’ 38, 86” LS dengan luas wilayah 1. 868. 74 KM2. (https://id.m.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Sumba_Tengah). Kabupaten sumba tengah beribukota di Waibakul. Kabupaten Sumba Tengah terdiri atas 6 kecamatan yaitu kecamatan Mamboro, kecamatan Umbu Ratu Nggay Barat, kecamatan Umbu ratu Nggay, kecamatan Umbu Ratu Nggay Tengah dan kecamatan Katikutana Selatan.
Wilayah dalam kabupaten Sumba Tengah yang merupakan daerah padang sabana adalah kecamatan Mamboro. Kecamatan Mamboro adalah wilayah paling utara dari pulau Sumba yang berbatasan dengan pulau Flores dan pulau Sumbawa. Kecamatan Mamboro memiliki topografi berbukit- bukit dengan padang sabana yang luas. Kecamatan Mamboro menjadi salah satu tujuan destinasi wisata bagi yang ingin menikmati keindahan alam di pantai utara dan juga keindahan matahari terbenam di atas padang sabana cendana hills. Dengan topografi seperti ini menjadikan kecamatan Mamboro sebagai kecamatan yang menjadi salah satu wilayah penghasil ternak. Terdapat banyak ternak seperti sapi, kuda, kerbau dan kambing yang dilepas bebas di padang sabana.
Sama seperti wilayah Sumba lainnya, kecamatan Mamboro beriklim sabana tropis (Aw) dengan dua musim yaitu musim kemarau dan musim hujan. Iklimnya tergolong kering dengan curah hujan rendah. Hal ini mengakibatkan padang- padang di kecamatan Mamboro akan terlihat hijau sejak bulan Januari hingga April dan juga pada bulan Desember, sedangkan akan terlihat coklat dan gersang dalam tujuh bulan lainnya yakni pada bulan Mei hingga bulan November. Dalam kurun waktu tujuh bulan gersang inilah sering terjadi kebakaran padang entah karena ketidak sengajaan maupun karena sengaja dibakar oleh pemilik lahan dengan alasan membuka lahan baru, alasan terdapat banyak rumput kering atau juga alasan agar rumput hijau dapat tumbuh lagi. . Tak dapat dipungkiri dampak dari kebakaran padang sabana ini adalah beberapa kali terjadi kebakaran rumah penduduk dikarenakan bunga api yang tertiup angin mengenai rumah penduduk yang terbuat dari alang dan berdinding bambu. Pertanyaannya, apakah hanya itu dampak dari kebakaran padang sabana?
Dilansir dari berbagai sumber, kebiasaan membakar padang dapat mengakibatkan beberapa dampak antara lain:
1. Perubahan kualitas tanah
Kebakaran lahan umunya berpengaruh besar terhadap sifat fisik, kimia dan biologi tanah. Dalam jangka pendek kebakaran yang menghancurkan bahan organik tanah berpengaruh positif terhadap peningkatan ketersediaan hara. Namun yang perlu diwaspadai jika terjadi curah hujan setelah kebakaran. Hal tersebut akan mempercepat kehilangan abu organik/ bahan organik dan hara oleh hanyutan air. Hilangnya bahan organic tanah yang merupakan sumber energi dan hara bagi kehidupan organisme tanah selanjutnya dapat merusak stabilitas struktur tanah ataupun sifat fisik tanah lainnya.
2. Peningkatan produksi tanaman.
Membakar rumput dapat meningkatkan produksi tanaman padang rumput di musim semi.
3. Penurunan spesies
Kebakaran padang rumput dapat menurunkan jumlah dan keragaman spesies yang dapat berdampak buruk pada kesehatan manusia.
4. Peningkatan populasi belalang.
Kepadatan populasi belalang sering meningkat dengan pembakaran di padang rumput yang tinggi, meskipun efeknya bervariaasi tergantung pada waktu dan frekuensi pembakaran.
5. Penyerbuan gulma
Pembakaran padang rumput yang dilakukan pada waktu yang salah dapat membuka lahan bagi gulma untuk menyerbu.
6. Penekanan produktifitas.
Pembakaran padang rumput dapat menekan produktifitas di banyak jenis rumput, terutama pada rumput bunch (rumput caespitose) yang sangat rentan terhadap kerusakan akibat kebakaran.
Keenam poin di ats merupakan beberapa dampak dari kebakaran padang rumput, namun jika melihat manfaat dari padang rumput maka bukan hal- hal itu saja yang menjadi dampak dari kebakaran padang rumput. padang rumput penting karena menyediakan berbagai layanan ekosistem: area penggembalaan ternak, daerah tangkapan air, cagar keanekaragaman hayati, lokasi wisata, area rekreasi, tempat ibadah, sumber makananliar dan sumber obat alami. Fungsi penting padang rumput adalah penyerapan dan penyimpanan karbon (C). Tanah Millisol di padang rumput merupakan lapisan bahan organik yang dalam sehingga jenis vegetasi ini hampir sama penting dengan hutan untuk fiksasi dan penyimpanan karbon (C).
Karbon sendiri adalah salah satu unsur kimia. Fungsi karbon bagi makhluk hidup adalah sebagai bahan dasar penyusun sebagian besar sel dalam tubuh. Fungsi karbon lainnya adalah mengatur fisiologi tubuh. Pada hewan dan tumbuhan, terdapat proses bilogis utama yang melibatkan karbon. Dengan demikian pembakaran padang rumput juga akan berdampak pada penyerapan dan penyimpanan karbon yang akan berdampak pula pada proses biologis tumbuhan dan hewan. (https://www.intechopen.com/chapters/70724).
Selain dari pada itu hal yang langsung Nampak ketika terjadi kebakaran padang rumput adalah adanya kabut asap yang mengandung partikel- partikel kecil seperti karbon, nitrogen dan sulfur yang dapat membahayakan kesehatan manusia. Kabut asap berdampak buruk bagi kesehatan karena kabut asap tersusun oleh partikel-partikel dan gas- gas yang sangat kecil. Maka partikel- partikel tersebut dapat menembus jauh ke dalam tubuh kita, khususnya paru- paru yang tentunya akan menganggu system pernapasan. Kabut asap juga akan dapat menyebabkan iritasi pada mata dan juga dapat menyebabkan kerusakan pada tanaman yang ada di sekitar yang akhirnya menurunkan produksi pertanian.
Demikian beberapa ulasan tentang pentingnya padang rumput bagi lingkungan dan juga dampak-dampak yang akan ada jika terjadi kebakaran padang rumput.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar