Rabu, 03 April 2024

Pemberdayaan Komunitas Penggerak Literasi

Hati ini berdebar, tangan saya gemetaran,
Apakah saya lapar? Tentu tidak!
Dua piring nasi baru saja saya habiskan.
Debar itu karena rasa senang,
Senang akan mengikuti kegiatan pemberdayaan komunitas penggerak literasi. 
Siang itu langit tak secerah biasanya,
Awan pekat menutupi birunya langit
Namun semamgatku tak padam
Bagaikan api disiram bensin
Diantar yang tercinta, ternyata hujan menambah keromantisan kami.
Namun, apa daya tubuh yang telah berusia 37 tahun ini tak mampu lagi menikmati keromantisan di bawah tetesan hujan. 
Berteduh di teras sebuah kios berhasil menghadirkan kenangan di tengah genangan.
Dua jam berlalu,
Wah... 
Apakah saya harus pulang? 
Tentu tidak!
Debar jantung saat membaca surat oti masih tersisa di sudut hati.
Saya harus tetap pergi.
Dari kejauhan terdengar deru sebuah mobil.
Wah... ada sebuah truk pasir berwarna merah.
Ini dia! Kataku penuh semangat.
Truk pasir berwarna merah, truk pengantar pasir sekaligus diriku.
Pemberdayaan komunitas penggerak literasi,
Wow, hanya itu yang dapat saya ungkapkan.
Kesempatan belajar, kesempatan berjejaring, kesempatan berkarya. 
Terima kasih kesempatan,
Terima kasih Kantor bahasa NTT,
Terima kasih semua pegiat literasi.
Salam literasi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar