BAKAR LILIN
semua anggota pembakaran lilin maju memegang lilin yang padam.
Orang 1 : Dunia ini panggung sandiwara, ceritanya mudah berubah,
Kisah Mahabrata atau tragedi dari Yunani… (Menyanyikan penggalan Lagu)
Orang 2 : Ketika kehidupan mulai terasa membosankan karena ada begitu banyak hal yang terjadi.
Orang 3 : Ada kesimpangsiuran yang tak menentu, semua berlomba menguasai hati…
Orang 4 : Dosa menguasai tanpa mengenal perbedaan…
Sandiwara demi sandiwara… Semua berujung pada dosa…
Orang 5: Ketika dosa mulai menguasai… Ada intimidasi yang menuntut penyingkiran diri…
Orang 6 : Hanya ingin sendiri dengan ego yang tak terkalahkan… Membentengi diri dari dunia dengan pertahanan atas nama kebenaran.
Orang 7: Perlahan namun pasti mulai tercipta kesendirian di tengah keramaian. Mulai merasa asing dengan dunia sekitar.
Orang 8 : Di tengah kekalutan dan kesendirian itu, hanya ada satu kata yang menenangkan. “sahabat” yah… sahabat…
Orang 9 : Ingin menjadi sahabat bagi semua orang
Ingin dianggap sahabat oleh semua orang
Menjadikan hidup lebih bermakna bersama sahabat
Orang 10 : (Menyanyikan penggalan lagu arti sahabat audy)
Aku bernyanyi untuk sahabat, aku berbagi untuk sahabat, kita bisa jika bersama, kita berbagi untuk sahabat, kita bernyanyi untuk sahabat, kita bisa jika bersama
Orang 11 : Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu dan menjadi saudara dalam kesukaran...
Orang 12 : Yesus berkata : tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat- sahabatnya.
Orang 13: Yesus lahir ke dunia..
Menjadi sahabat bagi kita semua...
Orang 14: Kita... kita juga harus menjadi sahabat semua orang....
Orang 15: Matius 22: 37-40 berbicara tentang Mengasihi Allah, mengasihi manusia...
Menjadi sahabat Allah, menjadi sahabat sesama manusia...
Orang 16: Bersama dalam persahabatan,
Persahabatan dengan Allah...
Persahabatan dengan sesama....
Semuanya indah
Orang 17 : Bersahabat.. lebih sungguh (versi melayani.. melayani lebih sungguh)
Bersahabat.. bersahabat lebih sungguh2x. Tuhan lebih dulu bersahabat dengan kita
Bersahabat... bersahabat lebih sungguh.
Semua anggota pembakaran lilin menuju lilin yang disediakan di kaki dian lalu membakar lilin masing-masing, setelah itu jemaat menyanyikan KJ 92 “ Malam Kudus” sambil membakar lilin secara bersama-sama yang diedarkan oleh anggota pembakaran lilin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar