Malam ini, aku merasa benar-benar merindukanmu yang jauh di sana. Maafkan aku yang tak pernah bias selalu ada di sampingmu. Hal ini mungkin saja bahkan memang membuatmu benar- benar merasa bahwa kita memang diciptakan bukan untuk bersama.
Maafkan aku yang lebih memilih untuk menghindarimu, karena aku menyadari kalau kamu memang akan lebih baik tanpa diriku yang tak pernah bias selalu berasa di sampingmu. Sejujurnya bukan karena tak ingin, dalam hatiku, aku selalu ingi berada di sampingmu, menemanimu menjalani harimu, namum kenyataan berkata lain, kita memang tak dapat bersama.
Kadang kala di saat kita bersamapun harus aku akui kamu seolah berada di ujung jurang yang dalam yang tak mampu aku salami, kamu tetap menjadi pribadi yang tak mampu aku menegrti arena ketertutupanmu. Seringkali aku berusaha memahamimu, tapi tetap tak mampu. Kamu tetap ada di sana bersama dirimu yang lain dan aku di sini bersama rasa saying dan rasa ingin tahu ku akan dirimu.
Aku memang bukan orang yang sempurna yang akan selalu kamu banggakan pada sekelilingmu, tapi aku punya cinta yang selalu ada untukmu. Awalnya aku berpikir itu cukup untuk meyakinkanmu, namun nyatanya tidak. Kamu menginginkan aku menjadi sama seperti orang lain, kamu mencintai sisi orang lain dalam diriku, bukan apa adanya aku.
Sesungguhnya aku pernah mencoba menjadi seperti yang kau inginkan, tapi apa artinya cinta jika itu hanya karena kamu melihat aku sebagai orang yang kau inginkan tanpa keinginan untuk melihat diriku apa adanya? Perlahan-lahan aku menjadi sadar, bukan aku yang kau cintai. Aku hanya seseorang yang selalu ada saat kau butuhkan bukan seseorang yang kau inginkan untuk benar-benar ada dalam hidupmu. Aku hanyalah seseorang yang selalu berusaha menjadi yang terbaik untukmu tanpa pernah kau harapkan.
Dan kini, aku merasa benar-benar ingin pergi dari hidupmu meski hati kecilku mengatakan hal sebaliknya. Akhirnya aku mengakui cinta tak harus memiliki. Kamu memang tak bisa aku miliki, karena aku hanyalah bayang gelap yang selalu menghantuimu.
Kini aku pergi, maafkan aku karena sudah tak mampu lagi bertahan di sisimu, tapi aku yakin kamu tahu alasannya karena aku ingin kamu bahagia meski tak bersamaku.
Selasa, 14 Februari 2017
Sebuah usaha melupakan
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar