Seorang Hawa laksana karang
Tegar memahami arti hidup.
Berani menerjang badai
Untuk menatap keindahan busur penuh warna di angkasa
Dia...
Hawa penolong sang Adam
Dia...
Hawa tempat teduh penuh kasih
Penuh kèlembutan tapi tak lemah
Tak pernah berpangku tangan
Jemarinya selalu rindu untuk menari
Mencipta karyanya.
Tak nyaman bersila kaki
Terus melangkah menjemput senja.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar