Bingung dengan perasaan sendiri.
Merasa asing dengan perasaan hati ini.
Aku menyukai gayanya.
Mengagumi kerendahan hatinya.
Tapi dia hanyalah seorang hebat yang berada di sini dalam waktu yang singkat.
Ada begitu banyak sosok yang berusaha mencari perhatiannya.
Aku hanya dapat terus tersenyum dalam diamku.
Diam dalam riuhnya suara-suara menyorakinya.
Aku tak seperti bintang yang bersinar yang mampu menarik perhatiannya, tapi harus aku akui, aku begitu mengaguminya.
Tertawa lepas ketika melihat orang lain begitu berani mengexpresikan kekaguman mereka.
Sebenanrnya bukan hal yang lucu, itu hak mereka.
Dalam tawa itu sedikit terselib rasa iri pada mereka yang dengan begitu bebas berexpresi.
Kembali bertanya dalam hatiapakah kekaguman ini sama seperti yang sedang dialami kebanyakan orang di sini? Apakah kekaguman ini karena dia adalah orang hebat?
Aku rasa TIDAK!!!
Rasa kagum ini hadir setelah aku mendengar setiap kalimat yang keluar dari mulutnya.
Rasa kagum ini baru hadir 24 jam setelah kehadirannya di sini.
Rasa kagum ini bukan karena dia adalah seorang hebat itu, tapi karena dia yang apa adanya, dia yang mampu menyesuaikan diri dengan segala keterbatasan kami, dia yang dengan apa adanya terus memberi motivasi bagi kami, dan juga karena kerelaannya untuk melayani di tengah popularitasnya.
Rabu, 24 Juli 2013
Untuk dia yang ku kagumi
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar