Rabu, 06 Desember 2017

Lilin natal

Orang I: Menanti keheningan…. Merindukan kicauan burung…. Tarian kupu-kupu…..
Desahan lembut sang angin  dan gemerisik dedaunan…..
Semuanya telah hilang….
Alam seakan saling memusuhi…. Semua keindahan hanya menyisakan fatamorgana….
Orang II :  KJ 333: 1
Orang III : ketenangan tidak lagi hadir…. Malam sunyi senyap telah berubah…
Perang….perpecahan…. kekerasan…. Ketidaksetiaan…. Dan tangisan pilu mewarnai perjalanan waktu…. Luka hati seolah tak berpenawar…. Tangisan seolah tak pernah berujung….
Orang IV  : (Menyanyi) Luka yang bta rasa sasak di dalam dada… rasa hati mau bilang sampe jua…. Luka yang bta bawa…. Sesal bta su seng rasa tetap bertahan biar su luka…
Orang V :Bertahan di dalam luka, terus menantikan uluran tangan penuh kasih… Kasih…. Di manakah kasih itu???? Di mana dapat ku temukan kasih itu???? Timur?? ? Barat???? Utara???? Ataukah selatan?????
Orang VI  : (Menyanyi) lagu “Kasih yg sempurna”
Orang VII : Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia mengaruniakan anak-Nya yg tunggal supaya kita, semua orang yg percaya kepada-Nya tidaklah binasa melainkan beroleh hidup yang kekal. Sesungguhnya, hari ini telah lahir bagi kita semua juruselamat yaitu Kristus Tuhan di kota Daud. (Membakar lilin milik  6 orang terdahulu)
 Menyanyikan lagu KJ 92 “ Malam Kudus” (sambil membakar lilin pada pohon natal dan juga pada semua jemaat)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar