Berlari menghindari api,
Berteduh di bawah matahari.
Menghindari bisingnya kota,
Dan berteriak pada ributnya keegoisan.
Apa bedanya?
Dia hanya berlari,
Tanpa dilirik apalagi diperhatikan.
Dia hanya mampu berteriak,
Tapi, suaranya hanya seperti dengkur di tidur mereka,
Lenyap setelah mereka terjaga.
Dan ketika dia,
Ketika dia terjatuh dan mati,
Setelah dia benar-benar lelah berlari dan berteriak,
Hahaha...
Sebuah predikat pahlawan diberikan padanya,
Tapi namanya tak tercatat dalam buku pahlawan,
Makamnya pun jauh di dalam desa itu,
Bukan di antara makam para pahlawan.
Perlahan, terdengar tangisnya di balik kubur,
Jangan sebut aku pahlawan, karena kamu tak pernah tau dan tak pernah peduli dengan perjuanganku
Senin, 31 Oktober 2016
Pahlawan devisa!!!???
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar