Kamis, 26 Desember 2013

Sebait Doa di malam Natal

Ketika itu...Aku masih seorang anak berusia 9 tahun yang begitu memimpikan natal....
Natal bagiku adalah bunyi-bunyian....
Natal bagiku adalah sebuah baju baru...
Natal adalah sebuah perayaan dalam keceriaan masa kecil...
Waktupun bergulir...
Natal...
Lima huruf satu kata penuh arti....
Natal menjadi indah ketika aku terpilih menjadi salah satu pemain drama atau anggota pembakaran lilin....
Natal... Seseuatu yang kurindukan karena aku mampu menyalurkan talentaku...
Natal bukan lagi bunyi-bunyian...
Natal bukan lagi sebuah baju baru....
Aku mulai menertawakan natal masa kecilku...
Detik... Menit... Jam... Hari... Minggu... Bulan.. Tahun... Dan bahkan dekade berlalu....
Natal????
Apa arti natal bagiku seorang dewasa???
Seorang yang bukan lagi anak-anak yang mencintai natal yang penuh gemerlapan....
Apa arti natal bagiku yang bukan lagi seorang remaja pencari jati diri???
Di sela-sela pertanyaan itu terdengar seruan tertahan milik orang- orang di sekelilingku yang membutuhkan kasih...
Di antara pertanyaan-pertanyaan itu... Terlihat samar mereka yang membutuhkan uluran tanganku...
Di sana.... Ada mereka yang juga merindukan natal sepertiku dalam keterbatasan mereka....
Aku... Seorang dewasa dan arti natal....
Ya Tuhan... Di malam natal ini aku mohon...
Berikanku kasihMu agar aku mampu mengasihi sekelilingku sepertiMu...
Biarlah aku mampu menjadi pembawa damai sepertiMu. Amin

Created by Sherly Nawona Leo
(Dibuat dan dibacakan saat Malam Natal 24 Desember 2013 di Jemaat GMIT Imanuel SoE)

1 komentar:

  1. Sangat memberkati kak, seiring bergulirnya waktu makna Natal pun memudar, kadang hanya sekedar perayaan tanpa makna, tapi melalui puisi ini sebagai orang dewasa kita diingatkan tentang arti Natal yg sesungguhnya 😇😇

    BalasHapus