kisah seorang perempuan yang sangat menjunjung tinggi yang disebut cinta sejati.
Aku mengenalnya setahun yang lalu. Pertemuan yang tak pernah disangka-sangka. Pertemuan yang menghasilkan sesuatu yang berbeda pada pandangan pertama. Aku tak ingin menyebutnya cinta pada pandangan pertama karena aku adalah salah seorang yang tidak percaya akan hal tersebut. Tapi harus aku akui pertemuan pertama itu menghadirkan sesuatu yang berbeda, sesuatu yang mungkin dapat disebut “penasaran”
Setelah pertemuan pertama itu kami diijinkan untuk dapat membangun persahabatan setelah pertemuan ketiga kami yang member kami kesempatan untuk saling bertegur sapa. Semuanya berjalan apa adanya… mengalir bersama waktu… terus tumbuh di dalam kebersamaan kami. Tanpa diminta dan disengaja aku ingin terus menjadi orang yang ingin selalu berada di sampingnya. Tanpa diakui aku mulai merasakan cinta itu. cinta yang dapat ikatakakn cinta yang terlarang… terlalu banyak perbedaan diantara kami. Tapi di dalam perbedaan itulah cinta itu semakin kokoh berdiri.
Cinta itu terus kami bina di dalam saling pengertian kami… cinta it uterus kami pertahankan di dalam apa adanya kami. Kadang kami tertawa bersama… tawa yang tak pernah mampu kulupakan. Kadang kami harus berselisih paham tapi mampu kami selesaikan dengan kepala dingin… dan kadang juga air mata haru mengalir dari kelopak mata kami karena rasa syukur kami karena diperkenankan yang Mahakuasa untuk saling mencintai apa adanya.
Dan kini, rasa cinta yang sama itu pula yang memberiku kekuatan untuk tetap bertahan dalam sebuah penantian panjang yang tak tentu ujungnya. Penantian yang mulai terasa menyakitkan… ada sesuatu yang unik dalam penantian itu… ketika aku memutuskan untuk menyerah, dia selalu mengingatkanku tentang perjuangan kami dan ketka dia akan menyerah selalu aku ingatkan tentang betapa beratinya dirinya untukku.
Kini, ketika kata “menyerah” itu seolah mnguasai setiap keadaan kami, aku… seorang perempuan yang menjunjung tinggi cinta sejati, kembali berdiri tegak dan mengatakan “jalan yang harus dilalui cinta sejati tak pernah mulus, tapi di sana selalu ada keajaiban”
Selasa, 03 September 2013
Miracle
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar